Syukurku seperti Nila di Lautan Nikmat-Mu
Udara pagi nan sejuk merasuk ke badanku, kala
kudengar kicauan burung-burung pipit yang sedang bernyanyi menyambut pagi. Kuberanjak
dari tidurku dan mendapati diriku masih bernyawa dan dapat bernafas dengan
mudah. Sungguh ini merupakan sebuah nikmat yang tidak ada manusia yang sanggup
menentukannya. Kuteringatdengan tugas Matematika Dasarku untuk menyebutkan
nikmat yang diberikan Allah swt. kepada hamba-Nya, tetapi apakah sebenarnya
manusia dapat menyebutkan semua nikmat yang Allah berikan?Tentusaja tidak,
sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nahl ayat 18 yang artinya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Kalau dalam Matematika jumlah
bilangan dari nikmat itu sama dengan tak hingga (jumlah yang manusia
tidak bisa menghitungnya).Oleh karena keterbatasan itu,aku
hanya bisa menjawabnya semampuku.
A. Nikmat yang Allah Berikan kepada Manusia
Termasuk Aku
Untuk
pembahasan pertama mungkin tentang nikmat lahir yang Allah berikan kepadaku
sebagai hamba-Nya, antara lain:
1)
Bisa bangun dari tidur
Nikmat pertama yang aku peroleh
pertama saat memulai suatu hari adalah nikmat bisa bangun dari tidur. Karena
berarti Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk menambah amal sebagai
bekal di akhirat.
2)
Masih memiliki tubuh yang sehat ketika bangun tidur
Ketika aku bangun dari tidur aku
juga masih dalam keadaan sehat, sungguh itu suatu nikmat yang sangat besar.
Bisa saja ketika bangun aku dapati diriku tidak dalam keadaaan sehat, misalnya
saja saat aku bangun kudapati diriku terkena penyakit Demam Berdarah. Tipus,
Malaria dan sebagainya. Jadi bangun dalam keadaan sehat itu juga merupakan
suatu nikmat.
3)
Masih memiliki tempat tinggal yang aman
Memiliki tempat tinggal yang aman
adalah nikmat yang masih juga aku peroleh. Karena aku masih bisa bangun dengan kehendak
sendri, tanpa harus khawatir dibentak-bentak petugas keamanan misalnya, karena
tidur di jalan.
4)
Menghirup udara pagi yang cerah
Masih diizinkan menghirup udara
segar juga merupakan sebuah nikmat. Karena tidak semua manusia ketika bangun
bisa menghirup udara yang segar, saudara-saudaraku yang ada di Palestian
misalnya, mereka tidak dapat menghirup udara segar ketika bangun, karena
tempat-tempatnya telah tercemari oleh asap-asap dari senjata perang.
5)
Bisa bernafas gratis
Kemudian selanjutnya aku masih bisa
bernafas dengan baik dan gratis. Aku tidak bisa membayangkan jika tiba-tiba
nafasku sesak dan aku harus bernafas dengan bantuan tabung oksigen yang
harganya cukup mahal.
6)
Bisa BAK dan BAB dengan lancar
Nikmat yang sangat penting dan
jarang aku syukuri, adalah nikmat bisa BAK dn BAB dengan lancar dan aman.
Karena dengan BAK dan BAB kita mengeluarkan zat-zat sisa yang sudah tidak
berguna lagi bagi tubuh. Jika zat-zat tersebut tidak dikeuarkan maka dapat
menimbulkan suatu penyakit.
7)
Bisa wudhu dengan mudah
Bisa berwudhu dengan mudah dan air
yang grtis juga nikmat yang diberikan oleh Allah padaku. Karena dengan wudhu
kita bisa membersihkan hadats kecil dan menjadikan shalat kita menjadi sah.
8)
Bisa shalat tanpa kesulitan
Bisa shalat dengan mudah tanpa takut
diganggu oleh orang lain juga nikmat yang tak terkira. Karena shalat itu kan
kuncinya surga, dengan kata lain aku juga masih diberi kesempatan untuk mencari
kunci dari surga.
9)
Bisa berpikir dengan jernih
Nikmat yang berikutnya adalah aku
masih diizinkan oleh Allah untuk mempunyai pikiran yang waras (masih jernih).
Karena tidak semua orang diberikan pikiran yang waras. Adalah suatu hal yang
amat sangat mudah jika Allah berkehendak untuk mencabut pikiran warasku dan
menggantikannya dengan yang lain.
10)
Bisa minum dan makan dengan mudah
Nikmat selanjutnya yaitu aku bisa
masih makan dan minum dengan cukup dan mudah. Cukup dalam hal ini aku tidak
sampai kelaparan dan mudah karena jumlah makanan yang tersedia di tempat
tinggal saat ini masih cukup, jadi saya masih tidak perlu mengantri untuk
mencari makanan. Ini merupakan nikmat yang sangat penting pula, karena dengan
makanan itulah aku dapat memperoleh energi yang akan aku gunakan gunakan untuk
aktivitas 1 hari ke depan.
11)
Bisa mandi sendiri tanpa bantuan orang laina
Mandi adalah sebuah kebutuhan
primer bagi manusia. Dan aku sangat bersyukur karena sampai saat ini aku dapat
mandi dengan mudah tanpa bantuan orang lain. Air yang saya perolehpun masih
mudah dan cukup. Bayangkan saja kalau aku tidak mandi, pasti bau badanlah yang
akan aku bawa kemana-mana dan tentu akan sangat sedikit orang yang mau
berdekatan denganku.
12)
Bisa berganti pakaian dengan pakaian yang bersih
Setelah mandi, nikmat yang tak
kalah penting adalah aku dapat berganti pakaian dengan pakaian yang bersih dan
menutup aurat. Karena di luar sana juga tidak sedikit orang yang susah untuk
mendapatkan ganti pakaian yang besih. Ada juga yang bisa ganti pakaian dengan
pakaian yang bersih, tetapi pakaian tersebut tidak menutup aurat. Karena dengan
pakaian menutup aurat itu bearti aku bisa melaksnakan salah satu perintah Allah
(meskipun kenyataannya pakaian yang saya gunakan belum 100
syar’i).
13)
Bisa bertemu atau mendengar kabar keluarga dalam
keadaan sehat
Masih bertemu dengan keluarga dalam
keadaan sehat adalah kebahagiaan yang masih aku peroleh juga. Karena saat ini
aku tinggal di kos maka dengan mendengar kabar kesehatan mereka. Karena tidak
bisa aku bayangkan ketika saat aku sedang belajar di Semarang yang jauh dari
keluarga tiba-tiba aku mendengar kabar yang tidak baik tentang keluarga.
Na’udzubillahi min dzalik.
14)
Masih ditemani oleh orang-orang yang sayang denganku
saat bangun tidur
Dan karena saat ini aku di kos,
masih ada teman-teman yang seiman dan seagamapun menjadi sebuah nikmat yang
luar biasa saat bangun dari tidur. Karena dengan teman tersebut aku bisa
berbagi dan terkadang juga mereka yang selalu mengingatkan jika aku lalai.
15)
Masih bisa jalan kaki
Berjalan kaki merupakan sebuah
nikmat yang kadang aku abaikan. Tetapi sampai saat ini Allah masih memberikan
nikmat tersebut, sehingga aku masih bisa berjalan ke kamar mandi, ke kampus dan
berjalan ke tempat-tempat yang aku inginkan.
16)
Masih punya uang cukup untuk membeli makanan dan
keperluan hari itu
Berkaitan dengan nikmat-nikmat yang
berhubungan dengan materi, sampai saat ini Allah juga masih memberikan uang
yang cukup untuk kebutuhanku hari itu. Dengan uang tersebut aku bisa memenuhi
kebutuhan tanpa harus melakukan hal yang hina seperti mengemis. Aku juga tidak
bisa membayangkan jika setiap hari aku tidak memiliki uang yang cukup, karena
saat ini jujur aku belum bisa menghasilkan uang sendiri.
17)
Masih memiliki kampus untuk kuliah
Dan ini adalah nikmat yang Allah
berikan kepadaku dan belum tentu semua orang mendapatkannya yaitu masih
memiliki kampus untuk kuliah. Banyak diantara teman-temanku yang berniat untuk
melanjutkan kuliah tetapi tidak kesampaian karena terpaut masalah biaya.
18)
Masih memiliki dosen yang senantiasa mengajarkan
ilmunya kepadaku
Ilmu adalah sebuah nikmat yang
sangat berguna bagi manusia dalam megarungi kehidupan ini. Dan nikmat yang
masih Allah berikan padaku saat ini adalah masih diberi dosen yang dengan rela
hati membagikan ilmunya padaku sebagai bekal mengarungi kehidupan.
19)
Masih dapat menimba ilmu dengan gratis
Ini juga nikmat yang tidak Allah
berikan kepada semua orang yaitu dapat kuliah dengan gratis. Karena
alhamdulillah aku dapat kuliah dengan gratis tanpa memberatkan orang tua,
karena jika aku tidak mendapatkan beasiswa belum tentu aku bisa kuliah.
20)
Masih bisa bertemu dengan teman-teman di kampus.
Teman adalah seseorang yang bisa
membuat kita bahagia, dan nikmat yang masih Allah berikan adalah aku masih
mempunyai teman-teman yang baik dan masih bisa bertemu dengan mereka di kampus.
21)
Masih bisa mengikuti kegiatan kampus yang dapat
menunjang kemampuanku
Nikmat ini juga alhamdulillah masih
aku peroleh yaitu mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang dapat menunjang
kemampuanku, karena belum tentu setiap orang bisa mendapatkan nikmat yang satu
ini, mungkin karena sakit atau ada kecapean dan lain-lain, tetapi Allah masih
memberikan nikmat kesempatan kepadaku untuk melakukan hal itu.
22)
Masih memiliki nyawa juga di siang harinya
Nikmat selanjutnya adalah samapi
siang haripun alhamdulillah nyawaku masih bersatu dengan ragaku. Harapannya
dengan waktu yang Allah berikan lagi padaku aku bisa menambah amalku untuk
menutupi dosa-dosaku yang sudah terlampau banyak.
23)
Masih bisa makan siang
Alhamdulillah di siang haripun
Allah masih memberikan makan siang yang cukup untukku. Bayangkan saja jika
tiba-tiba semua makanan di Semarang habis (meskipun saat ini mungkin itu hal
yang mustahil, tapi bisa saja jika Allah berkehendak suatu saat tiba-tiba di
Semarang bahan makanannya tidak cukup. Na’udzubillahi min dzalik.
24)
Masih bisa melaksanakan shalat dhuhur dengan
desak-desakkan
Alhamdulillah saat ini juga Allah
masih memberikan kesempatan kepadaku untuk shalat Dhuhur berdesak-desakkan di
MBA. Hal ini menjadikan peringatan bagiku bahwa berlomba-lombalah dalam hal
kebaikan. Dengan berdesak-desakkannya shalat Dhuhur tersebut menjadikanku
semangat untuk shalat di awal waktu.
25)
Masih bisa istirahat sebentar tanpa ada yang
melarang
Ketika siang hari aku merasakan
kecapekan karena runitinas yang di jalankan aku juga masih diberi nikmat bisa
beristirahat sebentar tanpa ada yang melarang. Karena banyak juga orang yang
tidak bisa istirahat sebentar di sela-sela rutinitasnya, misalnya saja TKI.
26)
Masih bisa jalan kaki untuk pulang dari kampus
Ketika setelah selesai kuliah aku
juga mendapati diriku masih bisa menggerakkan kakiku untuk pulang ke kos. Bisa
saja dengan kehendak-Nya Allah mencabut kemampuanku untuk menggerakkan kaki,
tapi alhamdulillah sampai saat ini aku masih bisa.
27)
Memiliki tubuh yang sempurna dibandingkan dengan
makhluk lain (hewan, jin, malaikat)
Aku juga diberi nikmat hidup
sebagai manusia. Karena manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna di
antara makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Malaikat hanya memiliki ketaatan tetapi
tidak memiliki kehendak (hawa nafsu), setan hanya memiliki kehendak (hawa
nafsu) untuk mengajak kepada kejahatan tetapi tidak memiliki ketaatan kepada
Allah, hewan juga hanya memiliki hawa nafsu saja. Tetapi manusia memiliki
kedua-duanya yaitu kehendak dan ketaatan.
28)
Memiliki kesempurnaan alat indra yang berfungsi
dengan baik (mata, hidung, lidah, telinga, dan kulit).
Allah juga masih memberikan
kesempurnaan alat indra padaku sampai saat ini. Sehingga aku masih bisa melihat
indahnya alam ciptaan-Nya, merasakan sejuknya udara pagi, mencium bau yang
wangi, merasakan lezatnya makanan dan mendengar segala percakapan manusia.
29)
Tidak memiliki cacat fisik.
Allah juga masih memberikan
kepadaku kesempurnaan fisik, aku tidak memiliki cacat fisik yang terlihat.
Sehingga aku dengan bebas bergerak tanpa ada halangan. Kalau aku mempunyai
cacat belum tentu aku bisa kuliah sampai di UNNES.
30)
Masih memiliki organ dalam yang sehat.
Sampai saat ini Allah juga masih
memberikan kesehatan organ-organ dalam yang aku memiliki. Sehingga
proses-proses metabolisme dalam tubuh yang berfungsi menunjang aktivitasku
berjalan lancar.
31)
Bisa minum air mineral sepuasnya tanpa harus
membayar.
Sampai saat ini aku juga masih bisa
minum air mineral sepuasnya tanpa harus membayar. Karena aku sering mendengar
atau melihat berita suatu daerah yang kekeringan, sehingga untuk mendapatkan
air yang bersih mereka harus membayar.
Aku juga masih diberi kenikmatan
berupa menggunakan air untuk keperluan sehari-hari dengan bebas dan puas. Teman-temanku
saja misalnya yang ngekos di luar rusunnawa mereka sering kekurangan air untuk
keperluan mencuci dan mandi, tetapi alhamdulillah aku tidak.
33)
Mempunyai orang tua yang baik dan mendidik kita ke
jalan Allah.
Aku juga amat bersyukur karena
sampai saat ini aku masih memiliki orang tua yang senantiasa mengajarkan
kepadaku tentang kebaikan dan cara-cara beribadah. Karena tidak sedikit pula
orang tua yang tidak mengajarkan kepada anaknya tentang kebaikan, bahkan ada
pula orang tua yang tidak peduli dengan anak-anaknya.
34)
Memiliki tempat tinggal yang layak (meskipun masih
numpang di rumah orang tua.hehehe).
Ketika pulang kampung aku juga
masih mempunyai rumah untuk berteduh. Karena banyak juga yang tidak memiliki
rumah, seperti mereka yang tinggal di emperan-emperan toko.
35)
Dapat membaca
Nikmat berikutnya adalah aku bisa
membaca. Karena dengan membaca aku jadi tahu tentang ilmu dan pegetahuan yang
bermanfaat bagi kehidupanku.
36)
Dapat menulis
Aku juga bisa menulis, sehingga aku
dapat menuliskan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh orang-orang yang memiliki
pengetahuan lebih. Dengan adanya tulisan ketika aku lupa aku bisa membukanya.
37)
Memiliki jenis kelamin yang jelas (perempuan)
Meskipun ini hal yang sepele,
tetapi ini adalah hal yang sangat penting. Karena ini akan menentukan kehidupan
kelak dalam berrumah tangga. Karena aku juga pernah mendengar ada orang yang
mempunyai kelamin ganda. Na’udzubillahi min dzalik.
38)
Mempunyai alat elektronik yang dapat menunjang
proses belajar.
Aku juga memiliki alat elektronik
yang dapat menunjang proses belajarku seperti HP, Notebook dan kalkulator.
Dengan alat-alat tersebut aku jadi lebih mudah dalam mengerjakan tugas-tugas
kuliahku.
39)
Matahari masih bersinar di daerahku.
Karena nikmat di atas aku banyak
meberikan nikmat-nikmat yang lainnya. Berkat sinar matahari maka tumbuhan dapat melakukan fotosintetis,
pakaian yang dijemur cepat kering, pada siang hari semuanya terlihat jelas, dan
masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.
40)
Masih bisa memejamkan mata.
Dengan begitu aku bisa
mengistirahatkan seluruh organ tubuhku yang sudah bekerja seharian. Kalau saja
aku Imsomnia aku pasti sudah gelisah setiap hari. Tetapi aku sering melupakan
nikmat yang stu ini. Astaghfirrullah.
Untuk
nikmat batin yang Allah berikan kepadaku antara lain:
1)
Dapat memeluk Islam sejak lahir
2)
Dapat menerima ilmu
3)
Memiliki teman yang solekh dan solekhah
4)
Memiliki keluarga yang solekh dan solekhah
5)
Diberi ketenangan ketika mendekatkan diri kepada
Allah
6)
Bisa membaca Al-Qur’an (meskipun mungkin tajwidnya belum
benar semua).
Sebenarnya
masih banyak sekali nikmat yang Allah berikan padaku setiap hari, tetapi aku
tidak bisa menyebutnya satu persatu di sini. Nikmat yang Allah berikan padaku
bagaikan samudera lautan, tetapi syukurku hanya bagaikan setitik nila di
samudera tersebut. Sungguh aku belum menjadi hamba-Nya yang baik.
Semoga
tulisan ini bisa menjadi sedikit pencerahan bagi pembacanya, bahwa Allah telah
memberikan tak hingga nikmat kepada kita, sedangkan berapakah syukur yang telah
kita haturkan pada-Nya. Kawan marilah kita perbaiki diri dengan cara bersyukur
kepada Allah agar hidup kita bahagia. Sebenarnya syukur itu untuk diri kita
sendiri, sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 12 yang artinya: “Dan sesungguhnya telah
Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan
barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk
dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji”.Dan ketika kita bersyukur kepada
Allah juga akan menambahkan nikmat kepadakita, sebagaimana firman Allah
dalam surat Ibrahim ayat 7 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Jadi, kawan marilah kita tingkatkan rasa syukur kita sebagai wujud
pengabdian kita kepada Allah.
B. Apakah Tuhan berhenti
memberi nikmat pada Anda ketika Anda lalai/lupa padaNya?
Jawabannya tentu Tuhan (Allah) tidak pernah berhenti
memberikan nikmat-Nya. Karena Allah Maha Penyayang bagi seluruh umat. Allah
selalu memberikan nikmat-Nya setiap detik meskipun hamba-Nya melakukan dosa
atau kesalahan yang sangat besar. Bahkan kepada orang-orang yang
mendustakan-Nya sekalipun Allah masih memberikan nikmat kepada manusia
tersebut. Karena saking Maha Penyayang-Nya Allah kepada manusia.
C. Kapankah nikmat Tuhan yang
diberikan pada Anda akan berhenti?
Nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak akan
berhenti sampai kapanpun bahkan sampai kita mati, kecuali bagi orang-orang yang
mendustakan Allah dan melanggar apa yang menjadi perintah-Nya serta
melaksanakan apa yang menjadi larangan-Nya. Karena manusia-manusia seperti itu
setelah meninggal akan diberikan balasan yang setimpal berupa siksa yang telah
Allah janjikan sebelumnya. Sedangkan bagi orang-orang yang beriman serta
bertaqwa nikmat itu senantiasa menyertainya bahkan sampai mati sekalipun,
karena setelah itu Allah juga akan memberikan balasan berupa kebaikan, yaitu
berupa zannah. Wallahu a’lam.
D. Bagaimana sikap Anda kepada Tuhan? Di atas
segala nikmatNya? Perintah dan laranganNya?
Seharusnya kita sebagai hamba-Nya menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan menempatkan Allah di atas
segalanya. Tetapi, sungguh aku sangat kecewa dengan diriku saat ini karena aku
belum menempatkan Allah di atas segalanya dan belum bisa menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Aku masih belum bisa memberikan cintaku
kepada Allah 100
. Sungguh seharusnya aku menempatkan
Allah di atas segalanya. Dan saat ini aku masih dalam upaya untuk bisa seperti
itu, meskipun aku tahu kalau aku banyak sekali mempunyai dosa.
E. Adakah perintah dan larangan Tuhan yang
merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan larangan Tuhan itu? Bagaimana jika
ada perasaan/pikiran kalau peraturan Tuhan telah merugikan Anda?
Apa yang menjadi perintah dan larangan Allah
semuanya ditujukan untuk kepentingan umat manusia. Jadi menurutku segala
perintah dan larangan-Nya tidak ada yang merugikanku. Perkara terkadang mungkin
aku merasa terbatasi dengan sebuah aturan dari Allah, itu terjadi karena mungkin aku belum ikhlas dan belum memahami
tentang hal tersebut secara mendetail.
Fungsi dari perintah dan larangan Allah adalah untuk
kebaikan manusia itu sendiri, seperti perintah untuk makan tidak
berlebih-lebihan adalah untuk kesehatan kita sendiri dan lain sebagainya.
Selain itu perintah dan larangan-Nya juga sebagai pembeda antara orang yang
bertaqwa dan yang tidake dan sebagai ujian dari kualitas iman seseorang.
Jika ada pikiran bahwa perintah atau larangan-Nya
merugikanku, aku akan berusaha untuk mengingat bahwa segalanya adalah yang
terbaik untukku. Karena sebenarnya aku tidak tahu apa yang baik untukku. Allah
lebih tahu, karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita
inginkan. Meskipun dalam kenyataannya aku belum bisa mengamalkan semua, semoga
saja aku bisa. Hehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar