Sabtu, 07 Januari 2012

Nur Laila S ( Pend. Fisika )


Syukurku seperti Nila di Lautan Nikmat-Mu
Udara pagi nan sejuk merasuk ke badanku, kala kudengar kicauan burung-burung pipit yang sedang bernyanyi menyambut pagi. Kuberanjak dari tidurku dan mendapati diriku masih bernyawa dan dapat bernafas dengan mudah. Sungguh ini merupakan sebuah nikmat yang tidak ada manusia yang sanggup menentukannya. Kuteringatdengan tugas Matematika Dasarku untuk menyebutkan nikmat yang diberikan Allah swt. kepada hamba-Nya, tetapi apakah sebenarnya manusia dapat menyebutkan semua nikmat yang Allah berikan?Tentusaja tidak, sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nahl ayat 18 yang artinya Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Kalau dalam Matematika jumlah  bilangan dari nikmat itu sama dengan tak hingga (jumlah yang manusia tidak bisa menghitungnya).Oleh karena keterbatasan itu,aku hanya bisa menjawabnya semampuku.
A. Nikmat yang Allah Berikan kepada Manusia Termasuk Aku
Untuk pembahasan pertama mungkin tentang nikmat lahir yang Allah berikan kepadaku sebagai hamba-Nya, antara lain:
1)   Bisa bangun dari tidur
Nikmat pertama yang aku peroleh pertama saat memulai suatu hari adalah nikmat bisa bangun dari tidur. Karena berarti Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk menambah amal sebagai bekal di akhirat.

2)   Masih memiliki tubuh yang sehat ketika bangun tidur
Ketika aku bangun dari tidur aku juga masih dalam keadaan sehat, sungguh itu suatu nikmat yang sangat besar. Bisa saja ketika bangun aku dapati diriku tidak dalam keadaaan sehat, misalnya saja saat aku bangun kudapati diriku terkena penyakit Demam Berdarah. Tipus, Malaria dan sebagainya. Jadi bangun dalam keadaan sehat itu juga merupakan suatu nikmat.

3)   Masih memiliki tempat tinggal yang aman
Memiliki tempat tinggal yang aman adalah nikmat yang masih juga aku peroleh. Karena aku masih bisa bangun dengan kehendak sendri, tanpa harus khawatir dibentak-bentak petugas keamanan misalnya, karena tidur di jalan.

4)   Menghirup udara pagi yang cerah
Masih diizinkan menghirup udara segar juga merupakan sebuah nikmat. Karena tidak semua manusia ketika bangun bisa menghirup udara yang segar, saudara-saudaraku yang ada di Palestian misalnya, mereka tidak dapat menghirup udara segar ketika bangun, karena tempat-tempatnya telah tercemari oleh asap-asap dari senjata perang.

5)   Bisa bernafas gratis
Kemudian selanjutnya aku masih bisa bernafas dengan baik dan gratis. Aku tidak bisa membayangkan jika tiba-tiba nafasku sesak dan aku harus bernafas dengan bantuan tabung oksigen yang harganya cukup mahal.

6)   Bisa BAK dan BAB dengan lancar
Nikmat yang sangat penting dan jarang aku syukuri, adalah nikmat bisa BAK dn BAB dengan lancar dan aman. Karena dengan BAK dan BAB kita mengeluarkan zat-zat sisa yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Jika zat-zat tersebut tidak dikeuarkan maka dapat menimbulkan suatu penyakit.
7)   Bisa wudhu dengan mudah
Bisa berwudhu dengan mudah dan air yang grtis juga nikmat yang diberikan oleh Allah padaku. Karena dengan wudhu kita bisa membersihkan hadats kecil dan menjadikan shalat kita menjadi sah.

8)   Bisa shalat tanpa kesulitan
Bisa shalat dengan mudah tanpa takut diganggu oleh orang lain juga nikmat yang tak terkira. Karena shalat itu kan kuncinya surga, dengan kata lain aku juga masih diberi kesempatan untuk mencari kunci dari surga.

9)   Bisa berpikir dengan jernih
Nikmat yang berikutnya adalah aku masih diizinkan oleh Allah untuk mempunyai pikiran yang waras (masih jernih). Karena tidak semua orang diberikan pikiran yang waras. Adalah suatu hal yang amat sangat mudah jika Allah berkehendak untuk mencabut pikiran warasku dan menggantikannya dengan yang lain.

10) Bisa minum dan makan dengan mudah
Nikmat selanjutnya yaitu aku bisa masih makan dan minum dengan cukup dan mudah. Cukup dalam hal ini aku tidak sampai kelaparan dan mudah karena jumlah makanan yang tersedia di tempat tinggal saat ini masih cukup, jadi saya masih tidak perlu mengantri untuk mencari makanan. Ini merupakan nikmat yang sangat penting pula, karena dengan makanan itulah aku dapat memperoleh energi yang akan aku gunakan gunakan untuk aktivitas 1 hari ke depan.



11) Bisa mandi sendiri tanpa bantuan orang laina
Mandi adalah sebuah kebutuhan primer bagi manusia. Dan aku sangat bersyukur karena sampai saat ini aku dapat mandi dengan mudah tanpa bantuan orang lain. Air yang saya perolehpun masih mudah dan cukup. Bayangkan saja kalau aku tidak mandi, pasti bau badanlah yang akan aku bawa kemana-mana dan tentu akan sangat sedikit orang yang mau berdekatan denganku.

12) Bisa berganti pakaian dengan pakaian yang bersih
Setelah mandi, nikmat yang tak kalah penting adalah aku dapat berganti pakaian dengan pakaian yang bersih dan menutup aurat. Karena di luar sana juga tidak sedikit orang yang susah untuk mendapatkan ganti pakaian yang besih. Ada juga yang bisa ganti pakaian dengan pakaian yang bersih, tetapi pakaian tersebut tidak menutup aurat. Karena dengan pakaian menutup aurat itu bearti aku bisa melaksnakan salah satu perintah Allah (meskipun kenyataannya pakaian yang saya gunakan belum 100 syar’i).

13) Bisa bertemu atau mendengar kabar keluarga dalam keadaan sehat
Masih bertemu dengan keluarga dalam keadaan sehat adalah kebahagiaan yang masih aku peroleh juga. Karena saat ini aku tinggal di kos maka dengan mendengar kabar kesehatan mereka. Karena tidak bisa aku bayangkan ketika saat aku sedang belajar di Semarang yang jauh dari keluarga tiba-tiba aku mendengar kabar yang tidak baik tentang keluarga. Na’udzubillahi min dzalik.

14) Masih ditemani oleh orang-orang yang sayang denganku saat bangun tidur
Dan karena saat ini aku di kos, masih ada teman-teman yang seiman dan seagamapun menjadi sebuah nikmat yang luar biasa saat bangun dari tidur. Karena dengan teman tersebut aku bisa berbagi dan terkadang juga mereka yang selalu mengingatkan jika aku lalai.

15) Masih bisa jalan kaki
Berjalan kaki merupakan sebuah nikmat yang kadang aku abaikan. Tetapi sampai saat ini Allah masih memberikan nikmat tersebut, sehingga aku masih bisa berjalan ke kamar mandi, ke kampus dan berjalan ke tempat-tempat yang aku inginkan.

16) Masih punya uang cukup untuk membeli makanan dan keperluan hari itu
Berkaitan dengan nikmat-nikmat yang berhubungan dengan materi, sampai saat ini Allah juga masih memberikan uang yang cukup untuk kebutuhanku hari itu. Dengan uang tersebut aku bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus melakukan hal yang hina seperti mengemis. Aku juga tidak bisa membayangkan jika setiap hari aku tidak memiliki uang yang cukup, karena saat ini jujur aku belum bisa menghasilkan uang sendiri.

17) Masih memiliki kampus untuk kuliah
Dan ini adalah nikmat yang Allah berikan kepadaku dan belum tentu semua orang mendapatkannya yaitu masih memiliki kampus untuk kuliah. Banyak diantara teman-temanku yang berniat untuk melanjutkan kuliah tetapi tidak kesampaian karena terpaut masalah biaya.

18) Masih memiliki dosen yang senantiasa mengajarkan ilmunya kepadaku
Ilmu adalah sebuah nikmat yang sangat berguna bagi manusia dalam megarungi kehidupan ini. Dan nikmat yang masih Allah berikan padaku saat ini adalah masih diberi dosen yang dengan rela hati membagikan ilmunya padaku sebagai bekal mengarungi kehidupan.

19) Masih dapat menimba ilmu dengan gratis
Ini juga nikmat yang tidak Allah berikan kepada semua orang yaitu dapat kuliah dengan gratis. Karena alhamdulillah aku dapat kuliah dengan gratis tanpa memberatkan orang tua, karena jika aku tidak mendapatkan beasiswa belum tentu aku bisa kuliah.

20) Masih bisa bertemu dengan teman-teman di kampus.
Teman adalah seseorang yang bisa membuat kita bahagia, dan nikmat yang masih Allah berikan adalah aku masih mempunyai teman-teman yang baik dan masih bisa bertemu dengan mereka di kampus.

21) Masih bisa mengikuti kegiatan kampus yang dapat menunjang kemampuanku
Nikmat ini juga alhamdulillah masih aku peroleh yaitu mengikuti kegiatan-kegiatan kampus yang dapat menunjang kemampuanku, karena belum tentu setiap orang bisa mendapatkan nikmat yang satu ini, mungkin karena sakit atau ada kecapean dan lain-lain, tetapi Allah masih memberikan nikmat kesempatan kepadaku untuk melakukan hal itu.

22) Masih memiliki nyawa juga di siang harinya
Nikmat selanjutnya adalah samapi siang haripun alhamdulillah nyawaku masih bersatu dengan ragaku. Harapannya dengan waktu yang Allah berikan lagi padaku aku bisa menambah amalku untuk menutupi dosa-dosaku yang sudah terlampau banyak.

23) Masih bisa makan siang
Alhamdulillah di siang haripun Allah masih memberikan makan siang yang cukup untukku. Bayangkan saja jika tiba-tiba semua makanan di Semarang habis (meskipun saat ini mungkin itu hal yang mustahil, tapi bisa saja jika Allah berkehendak suatu saat tiba-tiba di Semarang bahan makanannya tidak cukup. Na’udzubillahi min dzalik.

24) Masih bisa melaksanakan shalat dhuhur dengan desak-desakkan
Alhamdulillah saat ini juga Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk shalat Dhuhur berdesak-desakkan di MBA. Hal ini menjadikan peringatan bagiku bahwa berlomba-lombalah dalam hal kebaikan. Dengan berdesak-desakkannya shalat Dhuhur tersebut menjadikanku semangat untuk shalat di awal waktu.

25) Masih bisa istirahat sebentar tanpa ada yang melarang
Ketika siang hari aku merasakan kecapekan karena runitinas yang di jalankan aku juga masih diberi nikmat bisa beristirahat sebentar tanpa ada yang melarang. Karena banyak juga orang yang tidak bisa istirahat sebentar di sela-sela rutinitasnya, misalnya saja TKI.

26) Masih bisa jalan kaki untuk pulang dari kampus
Ketika setelah selesai kuliah aku juga mendapati diriku masih bisa menggerakkan kakiku untuk pulang ke kos. Bisa saja dengan kehendak-Nya Allah mencabut kemampuanku untuk menggerakkan kaki, tapi alhamdulillah sampai saat ini aku masih bisa.

27) Memiliki tubuh yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lain (hewan, jin, malaikat)
Aku juga diberi nikmat hidup sebagai manusia. Karena manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Malaikat hanya memiliki ketaatan tetapi tidak memiliki kehendak (hawa nafsu), setan hanya memiliki kehendak (hawa nafsu) untuk mengajak kepada kejahatan tetapi tidak memiliki ketaatan kepada Allah, hewan juga hanya memiliki hawa nafsu saja. Tetapi manusia memiliki kedua-duanya yaitu kehendak dan ketaatan.

28) Memiliki kesempurnaan alat indra yang berfungsi dengan baik (mata, hidung, lidah, telinga, dan kulit).
Allah juga masih memberikan kesempurnaan alat indra padaku sampai saat ini. Sehingga aku masih bisa melihat indahnya alam ciptaan-Nya, merasakan sejuknya udara pagi, mencium bau yang wangi, merasakan lezatnya makanan dan mendengar segala percakapan manusia.

29) Tidak memiliki cacat fisik.
Allah juga masih memberikan kepadaku kesempurnaan fisik, aku tidak memiliki cacat fisik yang terlihat. Sehingga aku dengan bebas bergerak tanpa ada halangan. Kalau aku mempunyai cacat belum tentu aku bisa kuliah sampai di UNNES.

30) Masih memiliki organ dalam yang sehat.
Sampai saat ini Allah juga masih memberikan kesehatan organ-organ dalam yang aku memiliki. Sehingga proses-proses metabolisme dalam tubuh yang berfungsi menunjang aktivitasku berjalan lancar.

31) Bisa minum air mineral sepuasnya tanpa harus membayar.
Sampai saat ini aku juga masih bisa minum air mineral sepuasnya tanpa harus membayar. Karena aku sering mendengar atau melihat berita suatu daerah yang kekeringan, sehingga untuk mendapatkan air yang bersih mereka harus membayar.

32) Menggunakan air dengan bebas tanpa dipungut biaya.
Aku juga masih diberi kenikmatan berupa menggunakan air untuk keperluan sehari-hari dengan bebas dan puas. Teman-temanku saja misalnya yang ngekos di luar rusunnawa mereka sering kekurangan air untuk keperluan mencuci dan mandi, tetapi alhamdulillah aku tidak.

33) Mempunyai orang tua yang baik dan mendidik kita ke jalan Allah.
Aku juga amat bersyukur karena sampai saat ini aku masih memiliki orang tua yang senantiasa mengajarkan kepadaku tentang kebaikan dan cara-cara beribadah. Karena tidak sedikit pula orang tua yang tidak mengajarkan kepada anaknya tentang kebaikan, bahkan ada pula orang tua yang tidak peduli dengan anak-anaknya.

34) Memiliki tempat tinggal yang layak (meskipun masih numpang di rumah orang tua.hehehe).
Ketika pulang kampung aku juga masih mempunyai rumah untuk berteduh. Karena banyak juga yang tidak memiliki rumah, seperti mereka yang tinggal di emperan-emperan toko.

35) Dapat membaca
Nikmat berikutnya adalah aku bisa membaca. Karena dengan membaca aku jadi tahu tentang ilmu dan pegetahuan yang bermanfaat bagi kehidupanku.

36) Dapat menulis
Aku juga bisa menulis, sehingga aku dapat menuliskan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih. Dengan adanya tulisan ketika aku lupa aku bisa membukanya.

37) Memiliki jenis kelamin yang jelas (perempuan)
Meskipun ini hal yang sepele, tetapi ini adalah hal yang sangat penting. Karena ini akan menentukan kehidupan kelak dalam berrumah tangga. Karena aku juga pernah mendengar ada orang yang mempunyai kelamin ganda. Na’udzubillahi min dzalik.

38) Mempunyai alat elektronik yang dapat menunjang proses belajar.
Aku juga memiliki alat elektronik yang dapat menunjang proses belajarku seperti HP, Notebook dan kalkulator. Dengan alat-alat tersebut aku jadi lebih mudah dalam mengerjakan tugas-tugas kuliahku.

39) Matahari masih bersinar di daerahku.
Karena nikmat di atas aku banyak meberikan nikmat-nikmat yang lainnya. Berkat sinar matahari maka  tumbuhan dapat melakukan fotosintetis, pakaian yang dijemur cepat kering, pada siang hari semuanya terlihat jelas, dan masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.

40) Masih bisa memejamkan mata.
Dengan begitu aku bisa mengistirahatkan seluruh organ tubuhku yang sudah bekerja seharian. Kalau saja aku Imsomnia aku pasti sudah gelisah setiap hari. Tetapi aku sering melupakan nikmat yang stu ini. Astaghfirrullah.

Untuk nikmat batin yang Allah berikan kepadaku antara lain:
1)    Dapat memeluk Islam sejak lahir
2)    Dapat menerima ilmu
3)    Memiliki teman yang solekh dan solekhah
4)    Memiliki keluarga yang solekh dan solekhah
5)    Diberi ketenangan ketika mendekatkan diri kepada Allah
6)    Bisa membaca Al-Qur’an (meskipun mungkin tajwidnya belum benar semua).
Sebenarnya masih banyak sekali nikmat yang Allah berikan padaku setiap hari, tetapi aku tidak bisa menyebutnya satu persatu di sini. Nikmat yang Allah berikan padaku bagaikan samudera lautan, tetapi syukurku hanya bagaikan setitik nila di samudera tersebut. Sungguh aku belum menjadi hamba-Nya yang baik.
Semoga tulisan ini bisa menjadi sedikit pencerahan bagi pembacanya, bahwa Allah telah memberikan tak hingga nikmat kepada kita, sedangkan berapakah syukur yang telah kita haturkan pada-Nya. Kawan marilah kita perbaiki diri dengan cara bersyukur kepada Allah agar hidup kita bahagia. Sebenarnya syukur itu untuk diri kita sendiri, sebagaimana firman Allah dalam surat Luqman ayat 12 yang artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.Dan ketika kita bersyukur kepada Allah juga akan menambahkan nikmat kepadakita, sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Jadi, kawan marilah kita tingkatkan rasa syukur kita sebagai wujud pengabdian kita kepada Allah.

B. Apakah Tuhan berhenti memberi nikmat pada Anda ketika Anda lalai/lupa padaNya?
Jawabannya tentu Tuhan (Allah) tidak pernah berhenti memberikan nikmat-Nya. Karena Allah Maha Penyayang bagi seluruh umat. Allah selalu memberikan nikmat-Nya setiap detik meskipun hamba-Nya melakukan dosa atau kesalahan yang sangat besar. Bahkan kepada orang-orang yang mendustakan-Nya sekalipun Allah masih memberikan nikmat kepada manusia tersebut. Karena saking Maha Penyayang-Nya Allah kepada manusia.
C. Kapankah nikmat Tuhan yang diberikan pada Anda akan berhenti?
Nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak akan berhenti sampai kapanpun bahkan sampai kita mati, kecuali bagi orang-orang yang mendustakan Allah dan melanggar apa yang menjadi perintah-Nya serta melaksanakan apa yang menjadi larangan-Nya. Karena manusia-manusia seperti itu setelah meninggal akan diberikan balasan yang setimpal berupa siksa yang telah Allah janjikan sebelumnya. Sedangkan bagi orang-orang yang beriman serta bertaqwa nikmat itu senantiasa menyertainya bahkan sampai mati sekalipun, karena setelah itu Allah juga akan memberikan balasan berupa kebaikan, yaitu berupa zannah. Wallahu a’lam.
D. Bagaimana sikap Anda kepada Tuhan? Di atas segala nikmatNya? Perintah dan laranganNya?
Seharusnya kita sebagai hamba-Nya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan menempatkan Allah di atas segalanya. Tetapi, sungguh aku sangat kecewa dengan diriku saat ini karena aku belum menempatkan Allah di atas segalanya dan belum bisa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Aku masih belum bisa memberikan cintaku kepada Allah 100. Sungguh seharusnya aku menempatkan Allah di atas segalanya. Dan saat ini aku masih dalam upaya untuk bisa seperti itu, meskipun aku tahu kalau aku banyak sekali mempunyai dosa.
E. Adakah perintah dan larangan Tuhan yang merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan larangan Tuhan itu? Bagaimana jika ada perasaan/pikiran kalau peraturan Tuhan telah merugikan Anda?
Apa yang menjadi perintah dan larangan Allah semuanya ditujukan untuk kepentingan umat manusia. Jadi menurutku segala perintah dan larangan-Nya tidak ada yang merugikanku. Perkara terkadang mungkin aku merasa terbatasi dengan sebuah aturan dari Allah, itu terjadi karena  mungkin aku belum ikhlas dan belum memahami tentang hal tersebut secara mendetail.
Fungsi dari perintah dan larangan Allah adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri, seperti perintah untuk makan tidak berlebih-lebihan adalah untuk kesehatan kita sendiri dan lain sebagainya. Selain itu perintah dan larangan-Nya juga sebagai pembeda antara orang yang bertaqwa dan yang tidake dan sebagai ujian dari kualitas iman seseorang.
Jika ada pikiran bahwa perintah atau larangan-Nya merugikanku, aku akan berusaha untuk mengingat bahwa segalanya adalah yang terbaik untukku. Karena sebenarnya aku tidak tahu apa yang baik untukku. Allah lebih tahu, karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Meskipun dalam kenyataannya aku belum bisa mengamalkan semua, semoga saja aku bisa. Hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar