Sabtu, 07 Januari 2012

Matematika( Nurul Istiana )


Nama      : Nurul Istiana
NIM         : 4201411118
Prodi       : Pendidikan Fisika
Rombel  : 03
Tugas Matematika Dasar untuk Fisika
Syukuri NikmatNya, Tingkatkan Iman dan Takwa
Alhamduliahirabbilalamin, Segala puji hanya bagi Allah,Tuhan semesta alam. Yah, segala pujian, sanjungan, adalah hak untuk Allah dan kewajiban untuk kita memuji dan menyanjungNya. Semua yang tercipta di alam semesta ini, Bumi ini tempat kita berpijak dan segala macam ciptaanNya tak lain dan tak bukan diciptakan oleh Allah untuk kita, untuk mencukupi segala kebutuhan kita, sebagai manusia. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk berterimakasih kepadaNya, dengan memuji dan menyanjungkan asmaNya,atas segala macam kebaikan,kemurahan,dan kebesaranNya.
Maha Suci Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tak akan pernah habis sanjungan tertuju kepadaNya. Terlalu banyak anugerah dan nikmat yang telah Ia karuniakan kepada kita hambaNya .Hanya dengan rahmatNyalah kita dapat hidup di dunia, bertemu dengan orang-orang yang kita sayangi, saling mengenal satu sama lain, berbagi rasa dan cinta, makan , minum, menghirup udara pagi yang segar, berjalan dengan tegak, dan berbagai macam aktifitas lain yang membahagiakan diri kita. Sadarkah bahwa semuanya dapat terjadi hanya dengan kehendakNya? Jika Allah tidak menghendaki, apakah mungkin kita ada di dunia ini dan menikmati kehidupan kita dari hari ke hari? Sadarkah hanya karena kemurahanNya kita dapat bertemu dengan orang-orang yang kita cinta, berbagi rasa, saling mengenal dan menghormati satu sama lain? Sungguh, karena Allahlah kita dapat berada disini dan menjalankan segala macam aktifitas kita dengan lancar. Maka pantaslah dari setiap diri kita untuk berterimakasih kepadaNya atas kebaikanNya ,menjadikan kita ada di dunia ini.
Amat banyak anugerahNya yang tercurah untuk kita. Jika pun kita menghitung apa saja yang telah Allah karuniakan kepada kita,maka kita tak akan pernah dapat menghitungnya,karena jumlahnya yang tak terhingga. Sekecil dan sebesar apapun ciptaanNya, itu semua menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya terhadap kita, manusia. Ia menciptakan bumi dan bulan, matahari dan bintang, langit beserta sistem tata surya dengan segala keteraturan dan keseimbangan yang luar biasa hebatnya. Tidak hanya itu saja, Allah juga menciptakan bermacam-macam benda langit yang luar biasa ukurannya. Ada berjuta-juta bintang di luar Tata Surya kita. Mereka membentuk sistem galaksi, bersama-sama dengan bintang-bintang yang berada di sekelilingnya,  dan semua galaksi-galaksi yang terkomposisi dari jutaan bahkan miliaran bintang tsb, berpencar memenuhi tiap ruangan kosong di alam semesta kita. Bisa kita bayangkan betapa besar dan luasnya ciptaan Allah yang ada di alam ini.
Betapa hebat ciptaan Allah. Kita tidak mungkin mempelajari segala ciptaanNya sekaligus. Untuk itu, mari kita pelajari dari yang terdekat dengan Bumi kita, yakni Matahari. Matahari diciptakan dari gas-gas hydrogen dan helium yang selanjutnya berkombinasi menjadi zat baru bernama plasma, yang mempunyai manfaat luar biasa untuk kelangsungan hidup umat manusia. Matahari mempunyai diameter sebesar 1.400.000 km, dengan massanya sebesar 1.99 x 10­30 kg serta bermassa jenis sebesar 1.382 kg/m3.­ ­Dengan gaya gravitasinya, ia mampu menjaga peredaran kedelapan planet lain untuk tetap dapat konstan berada di posisi orbitnya dalam melakukan revolusi. Matahari merupakan sumber panas utama untuk bumi. Tanpa sinarnya, kehidupan di muka Bumi tidak akan pernah ada. Tidak akan ada oksigen ( karena oksigen dihasilkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis yang membutuhkan cahaya matahari ), otomatis tidak akan ada kehidupan karena seluruh makhluk hidup tidak bisa bernafas. Bumi akan gelap karena tidak ada seberkas cahaya yang masuk ke atmosfer Bumi. Dengan keadaan yang demikian, tidak akan pernah ada kehidupan di permukaan Bumi. Sungguh kita harus bersyukur kepada Allah atas diciptakanNya Matahari untuk keberlangsungan hidup umat manusia.
Sekarang, kita merujuk kepada Bumi, tempat kita mengjnjakkan kaki di dunia ini. Bumi diciptakan Allah dan setelah diselidiki, ia mempunyai jari-jari sebesar 6.369,427 km, berarti diameter Bumi adalah sekitar 12.739 km. Dengan diameter sedemikian rupa, ia mampu melakukan rotasi yang hanya ditempuh dalam waktu 24 jam dan dapat berevolusi dengan waktu 365 hari. Jaraknya ke Matahari adalah sekitar 150.000.000 km. Dengan jarak sejauh ini, sinar matahari yang sampai ke Bumi adalah sinar yang mendukung kehidupan dan bukan sinar yang bersifat merusak. Coba kita bayangkan jika jarak Bumi ke Matahari adalah sama dengan jarak Merkurius ke Matahari atau bisa juga jarak Venus ke Matahari . Akankah sinar yang sampai ke Bumi dengan jarak yang seperti itu dapat mendukung kehidupan di Bumi? Tentu tidak, karena pada jarak yang demikian, sinar matahari yang datang akan terlalu panas dan akan menyebabkan zat-zat penyusun Bumi ( dalam jarak yang demikian) atau zat yang berada di atas permukaan Bumi ( dalam jarak yang demikian ) akan meleleh kepanasan, sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan bagi manusia ataupun makhluk hidup lain. Kita andaikan pula, kalau jarak Bumi ke Matahari adalah sama dengan jarak Uranus atau jarak Neptunus ke Matahari, akankah sinar matahari yang datang ke permukaan Bumi pada jarak yang demikian dapat mendukung adanya kehidupan di Bumi? Tentu tidak, karena dengan jarak yang demikian sangat jauhnya, sinar matahari yang datang hanya seakan-akan seperti kerlipan bintang di malam hari, yang tidak akan mungkin mampu menghangatkan Bumi, serta makhluk hidup tidak akan mampu melangsungkan kehidupannya karena planet akan menjadi dingin tanpa kehangatan sang surya. Lantas, sudah menjadi kewajiban untuk kita mensyukuri letak Bumi yang sangat pas jaraknya dengan Matahari untuk keberlangsungan kehidupan makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya, termasuk kita, manusia.
Mensyukuri nikmat Allah adalah suatu kewajiban untuk manusia. Dengan mengingat segala kebaikan dan kebesaranNya akan mempermudah diri kita agar semakin tunduk tehadap Sang Khaliq. Allah memang Maha Baik. Ia menciptakan kita dengan berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah lainnya. Dan ada juga diantara manusia yang dilebihkan beberapa hal seperti; pangkat, harta, kepintaran, kecantikan,dll yang terkadang membuat diri kita agak sombong karena merasa memiliki yang tidak dimiliki manusia lainnya. Pantaskah kita sombong? Pantaskah kita memamerkan apa yang kita miliki di hadapan manusia lain ataupun di hadapan Rabb kita, yang padahal segala yang diciptakan Allah untuk kita hanya bersifat titipan dan bukan milik kita selamanya? Pantaskah untuk kita sedikit saja merasa lebih atas titipan Allah tersebut?

Tidak!! Sesungguhnya jika kita fikirkan,kita hanyalah makhluk kecil di hadapan Allah. Meskipun ukuran kita lebih besar dari debu, semut, kucing, namun sesungguhNya Allah jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang kita kenal sejauh ini. Kembali ke topik yang telah dibahas dalam paragraf sebelumnya, bahwa Allah menciptakan Bumi, Matahari, Planet-planet, Bintang-bintang,dll yang akhirnya membentuk suatu sistem galaksi, maka Allahlah yang mengatur segala apa yang ada dalam alam semesta ini. Jika dibuat perbandingan, ukuran diameter Bumi kita adalah 12.739 km, Matahari adalah 1.400.000 km, dan didalam sistem Tata Surya kita ada 7 planet lain yang  mengitari Matahari sesuai orbitnya dengan ukurannya ada yang lebih kecil, juga ada yang lebih besar dari Bumi. Jupiter adalah planet terbesar dalam Tata Surya kita, dan diketahui mempunyai diameter sebesar 30 kali diameter Bumi. Dari Tata Surya kita saja, sudah membuktikan bahwa kita adalah kecil dihadapan Allah. Padahal, Tata surya adalah sebagian kecil saja dalam galaksi yang kita tempati, yakni Galaksi Bima Sakti. Menurut riset yang dilakukan para ilmuwan, Tata surya kita terletak di tepi piringan dari pusat Galaksi Bima Sakti. Hanya terletak di tepi piringan, itu berarti masih terdapat berjuta-juta bahkan bermiliar-miliar Tata surya lain yang menyusun Galaksi Bima Sakti. Subhanallah !!! Dan diketahui pula bahwa tidak hanya Galaksi Bima Sakti yang menyusun alam semesta ini, masih ada banyak galaksi lain yang mengisi ruangan kosong dalam alam semesta. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kebesaran Allah tiada yang menandingi. Jika ciptaan Allah adalah sebesar itu, sudah pasti bahwa Allah adalah jauh lebih besar dari apa yang Dia ciptakan. Subhanallah !!! Mungkin di hadapanNya kita hanya sebesar debu saja, atau bahkan lebih kecil dari itu. Jika seperti ini, pantaskah kita sombong? Pantaskah kita tidak bersyukur atas segala anugerahNya? Pantaskah kita tidak melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya? Pantaskah kita tidak meningkatkan keimanan dan tidak menambah kuantitas serta kualitas ibadah kita terhadapNya?  Naruni kitalah yang akan berbicara.
Maha Suci Allah, Tuhan seru sekalian alam. Segala puji bagiNya, Pencipta alam semesta.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar