My Friends and I
Kamis, 15 Desember 2011
tugas MatDas: Dahsyatnya Nikmat Allah SWT
Dahstaynhya
Nikmat Allah SWT
Subhanallah...Allahu Akbar...
Begitu besarnya kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT
kepada kita, yang tak terkira banyaknya. Sebagai manusia kita wajib bersyukur
kepada Allah SWT akan kenikmtan yang kita peroleh. Dengan begitu niscaya Allah
SWT akan terus dan terus menambah kenikmatan itu kepada kita. Disini, saya akan
menguraikan beberapa nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada saya, mungkin
jika saya sebutkan satu per satu, 1000 halaman pun tidak akan cukup karena begitu
banyaknya nikmat yang diberikan kepada hambanya, termasuk saya pribadi, mulai
dari nikmat yang kecil hingga nikmat yang besar. Bahkan, terkadang kita tidak
menyadari akan nikmat Allah SWT itu, kita lupa untuk mensyukurinya dan kita
sering merasa kekurangan atas apa yang diberikan Allaah SWT kepada kita.
Seperti yang trerdapat dalam Qs. An Nahl, 16:18.
“ Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya
kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl, 16:18)
Look around
yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony
(Maher Zain – Open
Your Eyes)
Dalam Al-Quran terdapat
ayat-ayat yang mengatakan tentang banyaknya nikmat dari Allah,
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (Q.S. Ibrahim: 32-33)
“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (Q.S. Ibrahim: 32-33)
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian
Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang
hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di
bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama
mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar
mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang
terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah)
yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,
matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis
edarnya.” (Q.S. Al-Anbiya: 30-33)
Tak akan sanggup kita menghitung
semua nikmat-Nya!
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim: 34)
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Q.S. Ibrahim: 34)
24 jam nikmat Allah......
Berikut nikmat Allah yang dapat saya uraikan, karena
sesungguhnya saya tidak mampu menyebutkan semuanya :
1. Nikmat
bangun tidur
Salah satu nikmat Allah SWT adalah bangun
tidur, tidur adalah suatu proses pembelajaran, dimana kita belajar untuk mati,
untuk meninggalkan sejenak hiruk pikuk dunia ini. Kita harus bersyukur kepada
Allah karena Allah telah membangunkan kita dari mati sementara itu, coba,
bayangkan saja jika kita tidak bisa bangun!, kita akan selamnya tertidur dan
tidak akan bangun dan kembali beraktivitas seperti biasa. Oleh karena itu,
sebagai rasa syukur akan nikmat bangun tidur, hendaknya kita membaca doa ketika
bangun tidur.
Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin
nusyur
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit
2.
Nikmat sholat subuh
Sebagai seorang muslim, salah
satu kewajiban kita adalah sholat. Dan diantara sholat yang wajib adalah sholat
subuh. Sama dengan sholat-sholat yang lain, dengan sholat, kita akan merasa
ketenangan. Baik itu keyenangan pikiran dan ketenangan jiwa. Akan tetapi, bagi
saya sholat subuh memberikan kenikmatan tersendiri. Ketika sudah tiba waktu
subuh, kita harus melawan rasa malas dan ngantuk. Dan bagiku, itu cukup sulit.
Namun, setelah saya sholat subuh, saya sempatkan untuk belajar. Dan saya
merasakan pelajaran yang saya pelajari lebih masuk dari pada ketika saya
belajar malam hari. Itu mungkin karena nikmat dari sholat subuh.
Alhamdulillah...
3.
Nikmat berupa badan dan pikiran menjadi fresh
Ketika kamu bangun tidur, apa
yang kamu rasakan? Tentu badan dan pikiran akan terasa fresh bukan?? Begitu
juga dengan saya. Badan dan pikiran saya jauh lebih fresh daripada malam
sebelumnya. Rasa fresh itu merupakan pemberian dari Allah SWT. Jadi, sudah
sepatutnya kita mensyukurinya. Misalnya, dengan kita menjaga kebugaran kita,
berolahraga dan lain-lain. Oleh karena itu, ketika jika kita merasa lelah,
Allah memerintahkan kepada kita untuk beristirahat. Tapi tidak untuk melupakan
kewajiban kita kepada Allah SWT.
4.
Nikmat sarapan pagi
Alhamdulillah, mungkin kata itu
sering kita lupakan ketika kita telah sarapan pagi. Kita bisa sarapan pagi
karena rizqi yang diberikan oleh Allah SWT. Sudah sepatutnya kita harus
bersyukur kepada-Nya, terimakasih ya Allah, karena dengan sarapan pagi, saya mempunyai
energi untuk melakukan aktivitas saya. Bagaimana dengan kamu? Bayangkan saja
jika kita tidak sarapan! Jika saya tidak sarapan, saya akan merasa lemas dan
tidak bisa mencerna sesuatu dengan mudah, gampang capek dan malas. Maka kita
harus mensyukuri setiap nikmat makanan yang Allah berikan kepada kita, karena
masih banyak saudara-saudara kita di luar sana yang kelaparan, apalagi merasakan sarapan pagi. Oleh karena itu, mari
kita syukuri nikmat itu dengan membaca doa sebelum makan dan doa setelah makan.
Sudah hafal bukan??
5.
Nikmat dapat menuntut ilmu di kampus UNNES
Alhamdulillahirabbil alamin...
segala puji bagi Allah...Akhirnya saya bisa menjadi mahasiswi UNNES. Sesuatu
yang pernah menjadi mimpi saya sewaktu kecil. Terimakasih ya Allah, dan kini
setiap hari kecuali hari libur, saya bisa belajar bersama teman-teman di
kampus, sungguh sesuatu yang harus disyukuri. Apa lagi, saya mendapatkan
beasiswa bidik misi, sehingga dapat meringankan beban kedua orangtua saya. Rasa
syukur itu hendaknya kita syukuri dengan rajin belajar, bersunggush-sungguh dan
dapat menjadi kebanggaan keluarga. Agar ilmu yang kita dapatkan itu barokah dan
bermanfaat, hendaknya kita berangkat ke kampus dengan niat yang benar, niat
yang hanya mengharap ridho Allah SWT.
6.
Nikmat kesehatan
Mungkin kita tidak pernah
mensyukuri dan bahkan merasa kekurangan atas apa yang diberikan oleh Allah.
Ketahuilah, Allah memberikan sesuatu itu dengan manfaat tersendiri. Allah SWT
juga tahu mana yang terbaik untuk kita. Nikmat berupa kesehatan adalah sesuatu
yang sangat berharga dibandingin harta. Dan jika saya disuruh memilih antara
harta dan kesehatan, saya akan memilih kesehatan pastinya. J Banyak orang yang kaya tapi
menderita suatu penyakit, maka harta itu bisa jadi habis hanya untuk berobat.
Bahkan jika kesehatan dapat dibeli, ia mau membeli dengan harga berapapun.
Maka, syukurilah atas apa yang diberikan Allah SWT kepada kita yatu nikmat
berupa kesehatan. Dan nikmat kesehatan itu dapat dijabarkan menjadi:
a.
Nikmat dapat bernafas
“Terimakasih ya Allah, Engkau
telah memberikan nikmat bernafas dengan mudah kepada hamba, Engkau juga telah
memberikan oksigen gratis tanpa hamba harus membayarnya setiap nafas” saya
tidak bisa membayangkan jika kita sulit untuk bernafas, terganggunya salah satu
organ dalam sistem pernafasan saja membuat saya mengeluh, menangis dan berharap
cepat sembuh. Hal yang paling kecil saya rasakan adalah ketika hidung saya
mampet karena pilek.huhuhu ;( apalagi jika oksigen itu tidak gratis? Bagaimana
saya harus membayar setiap nafas yang saya hirup? Ya Allah, Engkau memang maha
pengasih lagi maha penyayang.
b.
Nikmat dapat melihat
“ Sungguh indah pemandangan itu
”, mungkin kalimat itu tidak akan terucap pada orang yang tuna netra. setiap
detik, mereka selalu beharap untuk bisa melihat indahnya dunia. Namun, mereka
tahu jika Allah belum memberikan nikmat itu. Tapi mereka tidak berkecil hati.
Mereka tetap mensyukuri atas apa yang diberikan Allah kepada mereka. Mereka
memanfaatkan kelebihan yang mereka miliki. Tapi bagaimana dengan kita yang bisa
melihat?? Ya allah, terimakasih karena Engkau telah menganugerahkan dua mata
yang sehat untukku, sehingga saya bisa melihat, membaca, memandang pemandangan
yang indah dan masih banyak lagi. Saya akan berusaha menjaga pemberianmu ini ya
Allah, dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
c.
Nikmat dapat berkedip
Bayangkan saja! Jika kita tidak
bisa berkedip, mata kita akan terasa kering dan pedas. Coba hitung berapa
kedipan dalam sehari yang harus kita lakukan agar menjaga kesehatan mata kita??
Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Terimakasih ya Allah atas nikmat yang
telah Engkau berikan kepadaku. Setiap kedipan mata itu, Allah memeberikan nikmat dan
penjagaan kepada mata saya. Dengan ketelitian yang sangat tinggi. Kandungan
air, protein, dan mineral yang terdapat di dalam air mata saya itu terukur
dengan cermat. Setiap berkedip Allah mengusap bola mata saya. Subhanallah. Tapi
saya tidak merasakannya. Biasa saja. Saya searching di internet, ini hasilnya: dalam setiap menit, seseorang bisa
berkedip antara 60 sampai 80 kedipan. Anggap saja 70 kedipan. Maka dalam 1jam
kita berkedip sebanyak 4.200 kali. Dalam sehari, diluar tidur,kita berkedip
sekitar 16 jam x 4200 = 67.200 kali. Dalam setahun kita berkedip 24.192.000 kali. Dan pada orang
yang berumur 40 tahun, mereka sudah berkedip sekitar 967,68 juta kali.
Subhanallah. Hampir I milliard kali Allah mengusap mata kita agar tidak cepat
rusak dan sakit, sehingga merepotkan pemiliknya.
d.
Nikmat dapat mendengar
Kita bisa mendengar dengan baik
adalah suatu nikmat yang patut disyukuri. Jika kita tidak bisa mendengar atau
tuli. Apa yang kita rasakan? Sunyi, sepi, tak ada suara sedikitpun. Saya tidak
akan betah dengan kondis yang seperti itu. Terimakasih ya Allah, Engkau telah
memberikan nikmat dapat mendengar, mempunyai sistem pendengaran yang sehat.
Sehingga saya bisa mendengar dengan jelas. Jadi mari kita syukuri dengan
menggunakan telinga kita dengan baik. Salah satunya dengan mendengarkan
lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
e.
Nikmat dapat berbicara
Janganlah kamu berkata dusta,
menggunjing dan sebagainya. Gunakanlah mulut yang diberikan Allah SWT kepada
kita untuk berbicara yang baik-baik. Kita dapat berbicara dengan lancar, dapat
berkomunikasi dengan orang lain karena nikmat Allah SWT yang berupa kemampuan
untuk berbicara. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan nikmat dapat
berbicara kepada hamba, sehingga saya
bisa berbicara dengan lancar, belajar, diskusi, presentasi dan lain-lain.
f.
Nikmat dapat berjalan
Bayangkan saja jika kita lumpuh,
bagaimana rasanya? Kita hanya bisa duduk di atas kursi roda, tidak bisa
berlari, tidak bisa berangkat kuliah dengan jalan kaki dan terbatas untuk pergi
kemana-mana. Mungkin yang kita lakukan hanya mengeluh dan mengeluh. Kita baru
sadar betapa berharganya dua kaki yang diberikan Allah SWT kepada kita. Kita
jarang sekali mensyukurinya. Hal ini tentu berbeda dengan orang-orang di luar
sana yang cacat. Walaupun mereka cacat, tetapi mereka tetap mensyukuri atas apa
yang diberikan Allah SWT kepada mereka. Apalagi kita yang mempunyai kaki
lengkap? Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan kedua kaki yang lengkap
dan sehat, sehingga saya mempunyai kemampuan untuk berjalan, berlari, dan
meloncat.
g.
Nikmat mempunyai tangan
Saya bisa menulis, mengetik,
memegang, memasak dan lain-lain. Itu semua karena saya mempunyai tangan. Saya
tidak bisa membayangkan jiki saya tidak punya tangan, saya akan susah melakukan
hal itu. Bagaimana dengan kamu? Jadi, sudah sepatutnya kita mensyukurinya.
Banyak orang yang tidak mempunyai tangan tapi ia tetap bersyukur atas pemberian
Allah SWT, mereka menggunakan kaki mereka, mulut mereka dan lain-lain untu
menggantikan fungsi dari tangan. Oleh karena itu, beruntunglah kita karena
Allah SWT memberikan kedua tangan yang lengkap, sehingga kita bisa beraktivitas
dengan mudah dan menjalankan kewajiban kita. Terimaksih sekali lagi saya
ucapkan ya Allah.
Dan masih banyak lagi
nikmat-nikmat kesehatan yang saya tidapat sebutkan satu per satu.
7.
Nikmat berupa kampus yang nyaman, indah dan asri
UNNES, Universitas Konservasi,
itulah julukan kampus saya. Karena begitu asri dan rindangnya kampusku. Saya
sangat bersyukur bisa kuliah di tempat yang nyaman, rindang, indah dan asri.
Banyak pepohonan di sekelilingnya dan udaranya begitu sejuk. Untuk itu, sebagai
rasa syukur kita, kita harus menjaga keindahan dan keasrian lingkungan UNNES
sebagai wujud terimakasih kita kepada Allah SWT hendaknya kita peduli dengan
lingkungan yang ada disekitar kita karena itu semua adalah amanat Allah SWT
yang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi ini. Kita harus senantiasa
menjaga dan melestarikannya karena jika kita tidak peduli dan membuat kerusakan
di muka bumi ini, maka lingkunganlah yang akan berbalik menimbulkan kerugian
pada kita.
8.
Nikmat makan siang dan makan malam
Setiap saya kuliah, betapa
senangnya ketika tiba waktu makan siang. Hak perut saya untuk diisi dengan
makanan akan segera terpenuhi dan rasa lapar itu akan segera hilang.
Alhamdulillah, saya ucapkan sebagai rasa syukur atas riqi makanan yang telah
Engkau berikan ya Allah, sehingga saya dapat makan siang dan makan malam. Walaupun
sesekali saya jarang sarapan. Kita harus senantiasa bersyukur atas setiap rizqi
makanan yang diberikan Allah SWT kepada kita, karena enak atau tidaknya makanan
kita harus tetap mensyukurinya karena diluar sana masih banyak orang-orang yang
kelaparan. Mereka harus bekerja serabutan hanya untuk bisa makan dan hidup
dengan layak.
9.
Nikmat akan adanya cahaya matahari, air, tanah, udara dan semua Sumber
Daya Alam ( SDA ) yang diciptakan untuk manusia dalam menjalani aktivitas
kehidupan
Allah SWT maha kaya, Dia lah
yang menciptakan bumi seisinya untuk makhluk-Nya. Dan menjadikan manusia
sebagai khalifah di muka bumi ini. Jadi sudah selayaknya sebagai rasa syukur kita
kepada Allah SWT hendaknya kita menjaga alam ini, mengelola alam ini dan
melestarikan alam ini dengan baik. Nikmat itu dapat berupa cahaya matahari,
dimana cahaya matahari sangat penting untuk makhluk hidup, memberikan
penerangan di pagi hari, untuk fotosintesis tumbuhan, dan lain sebagainya. Coba
saja jika tidak ada cahaya matahari, dunia akan gelap, pohon-pohon akan mati,
pakaian yang saya jemur juga tidak akan kering. Begitu juga dengan air dan
tanah. Saya tidak bisa hidup tanpa kekayaan alam yang melimpah itu. Dan saya
rasa, semua makhluk hidup tidak akan hidup tanpa alam, termasuk manusia. Jadi
mari kita syukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
10.
Nikmat akan teknologi yang sudah maju
Adanya internet, hp yang canggih
dan lain-lain sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas-tugas saya, internet
menjadikan saya bisa mengetahui kabar yang ada di belahan dunia, dapat
berkomunikasi sekalipun posisinya sangat jauh dari tempat saya. Alhamdulillah
ya Allah. Engkau telah memberikan SDM yang baik pada manusia, sehingga manusia
bisa menciptakan dan mengembangkan teknologi yang bermanfaat ini. Kita harus
mensyukuri hal itu. Walaupun setiap sesuatu itu mempunyai dampak negatif. Tapi
kita harus memanfaatkan teknologi yang sudah maju itu untuk hal-hal yang baik
sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah SWT.
11.
Nikmat buang hadas
Hadas terdiri dari dua macam,
yaitu hadas besar dan hadas kecil. Dan hadas itu harus dikeluarkan dari tubuh
kita agar tubuh kita sehat dan metabolisme yang ad adalam tubuh kita lancar.
Jika hadas itu tidak dapat di buang, maka hadas itu akan menjadi suatu penyakit
bagi tubuh kita. Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah memberikan sistem
metabolisme dan sistem pencernaan yang baik kepada hamba, sehingga saya bisa
lancar dalam membuang hadas.
12.
Nikmat sholat dan mengaji
Ketika pikiran kita sedang
runyam dan waktu sholat telah tiba, segeralah kita sholat. Apa yang kita
rasakan? Perasaan yang tenang bukan?? Itulah salah satu nikmat sholat. Dan itu
yang saya rasakan ketika saya selesai sholat. Menghadap dan menyembah Allah SWT
memberikan kenikmatan tersendiri, ketenangan hati, ketentraman jiwa dan
kejernihan pikiran. Apa lagi jika setelah sholat kita mengaji, betapa tenang
dan tentram hati ini. Setelah sholat, jangan lupa untuk berdoa kepada Allah
SWT, insya Allah, Allah SWT akan mengabulkannya. Oleh karena itu, hendaknya
kita bersukur atas apa yang Allah SWT berikan kepada kita.
13.
Nikmat adanya siang dan malam
Bumi kita selalu berotasi,
sehingga terjadi peristiwa siang dan malam. Bumi kita juga selalu berevolusi,
sehingga kita dapat mengetahui lamanya perubahan siang dan malam.
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan kemampuan bumi ini
untuk berotasi dan berevolusi. Dan salah satu manfaatnya adalah adanya siang
dan malam itu dan lamanya perubahan siang dan malam itu, karena dengan adanya
siang dan malam saya dapat membagi waktu saya untuk beraktivias dan
beristirahat. Saya juga dapat merasakan sejuknya pagi hari dan indahnya malam
hari,
14.
Nikmat keindahan bulan dan bintang
Sungguh indah malam ini dengan
sinar rembulan dan kerlap kerlip bintang, siapa saja yang melihatnya, maka ia
akan terkagum-kagum, betapa hebatnya Allah SWT yang telah menciptakan bulan dan
bintang yang begitu indanhya itu, yang dapat menerangi di kala hari mulai gelap.
Subhanallah, Allah maha Agung.
15.
Nikmat tidur
Tidur dikala tubuh ini lelah,
betapa nikmatnya. Saat saya telah usai melaksanakan aktivitas saya dan kini
tiba saatnya untuk memberikan Hak kepada tubuh dan pikiran kita untuk
beristirahat. Waktu yang paling saya tunggu-tunggu. Jangan memaksa tubuh dan
pikiran kita untuk berkerja tanpa ada istirahat sediktpun. Tidur juga merupakan
proses pembelajaran, yaitu belajar untuk mati. Dan ketika kita bangun, maka
ucapkan lah rasa syukur karena Allah telah membangunkan kita dari pembelajaran
itu. Subhanallah..
Mungkin ini yang saya dapat
paparkan karena sekali lagi saya katakan, saya tidak mampu jika menyebutkan
satu per satu segala nikmat Allah SWT yang diberikan kepada saya.
Alhamdulillahirabbil alamin... terimakasih ya Allah SWT.
Apakah
Tuhan berhenti memberi nikmat pada Anda ketika Anda lalai/lupa padaNya?
Allah telah memberikan nikmat
yang begitu banyak kepada kita, tapi kita sering lalai untuk mensyukurinya,
kita lupa untuk berterimakasih kepada-Nya. Namun, Allah SWT tetap saja
memberikan nikmat itu. Allah SWT
membiarkan kita memilih jalan masing-masing, memberikan kebebasan kepada kita
untuk berbuat apapun. Namun, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa
yang kita perbuat selama ini. Allah SWT masih saja memberikan nikmat-nikmat itu
kepada kita. Termasuk kepada saya, di saat saya lalai untuk bersyukur
kepada-Nya, Allah masih saja memberikan nikmat-Nya kepada saya. Maafkan hamba
ya Allah..;(
Kapankah nikmat Tuhan yang diberikan
pada Anda akan berhenti?
Dan ketika Allah mencabut satu
saja pemberian-Nya kepada kita, barulah kita sadar, betapa pentingnya pemberian
Allah itu. Mengapa di kala Allah SWT meberikan sesuatu itu kita tidak
mensyukurinya? Mengapa kita tidak memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik? Mengapa
kita baru menyadari akan nikmat Allah SWT saat nikmat itu dicabut? Dan Allah
masih saja memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada kita sampai kita menghembuskan
nafas terakhir. Itu lah nikmat dunia
yang Allah berikan kepada kita. Allah akan mencabut kenikmatan hidup di dunia.
Dan Allah tidak segan-segan memberikan nikmat akhirat kepada kita jika amal
baik selama kita hidup di dunia itu lebih berat timbangannya dari pada amal
buruk. Oleh karena itu, syukurilah apa yang ada pada diri kita sekarang.
Sampaikan rasa syukur itu dengan hati, ucapan dan perbuatan. Niscaya Allah SWT
akan menambah kenikmatan-Nya kepada kita. Amin..
Bagaimana sikap Anda kepada Tuhan? Di atas segala nikmatNya?
Perintah dan laranganNya?
Terhadap segala nikmat Allah
itu, mungkin saya pribadi juga jarang mensyukuri nikmat yang Allah berikan
kepada saya. Saya terlalu sibuk dengan tugas-tugas saya, tugas sebagai
mahasiswi. Astagfirullahaladzim.. ya Allah, maafkan hambamu ini yang terkadang
lalai untuk berterimakasih kepadamu ya Allah.. ;( saya sudah berusaha menjalani
kehidupanku sebagai seorang muslim, menjalankan perintah dan menjahui
larangan-Mu. Tapi saya hanyalah manusia biasa yang penuh dengan kesalahan. Ya Allah,
sekali lagi, terimakasih atas nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku..
Adakah
perintah dan larangan Tuhan yang merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan
larangan Tuhan itu? Bagaimana jika ada perasaan/pikiran kalau peraturan Tuhan
telah merugikan Anda?
Segala perintah dan larangan
Allah, tidak ada yang merugikan manusia, termasuk saya. Setiap perintah dan
larangan Allah SWT mempunyai manfaat dan hikmah yang baik. Fungsi perintah dan
larangan Allah SWT itu, agar manusia senantiasa berada di jalan yang lurus,
jalan yang di ridhoi Allah SWT, menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa untuk
mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Maka janganlah
sekali-kali berperasangka dan berpikiran jika larangan Allah SWT itu merugikan
kita. Dan jika kita merasakan hal itu terjadi, segera buanglah rasa itu,
renungilah fungsi, manfaat dan hikmah di balik itu semua. Allah maha pengampun,
maha pengasih juga maha penyayang. Untuk itu, semoga kita bisa menjadi manusia
yang mulia dan dimuliakan allah SWT. Amin...
Minggu, 27 November 2011
Artikel Pancasila tentang masalah Sosial dan Analisisnya by : Riza Aryan
Artikel Pancasila tentang masalah Sosial dan Analisisnya by : Riza Aryani
Perangi NARKOBA !!!
Perangi NARKOBA !!!
Saat ini penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat merajalela. Hal ini terlihat dengan makin banyaknya pengguna narkoba dari semua kalangan dan peredaran narkoba yang terus meningkat. Namun yang lebih memperihatinkan, penyalahgunaan narkoba saat ini justru banyak dari kalangan remaja dan anak muda, yaitu para pelajar dan mahasiswa. Padahal mereka merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin-peminpin dinegeri tercinta ini. Apa jadinya negara ini dimasa yang akan datang, dengan tantangan yang semakin berat dan persaingan yang begitu ketat, apabila generasi penerusnya saat ini sudah merusak dirinya sendiri dengan menggunakan narkoba.
Dengan melihat kenyataan yang terjadi dan dampak negatifnya yang sangat besar dimasa yang akan datang, maka semua elemen bangsa ini, seperti pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, masyarakat dan lain sebagainya untuk mulai dari sekarang melakukan gerakan perangi narkoba secara serius dan terus menerus, baik dengan pendekatan preventif maupun represif, sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba ini dapat berjalan dengan efektif.
Institusi pendidikan merupakan salah satu pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa. Karena pelajar dan mahasiswa merupakan objek yang secara emosional masih labil, sehingga sangat rentan untuk menggunakan narkoba. Mulai dari rasa ingin tahu, mau coba-coba, ikut-ikutan teman, rasa solidaritas group yang kuat dan memilih lingkungan yang salah sampai dengan faktor keluarga yang kurang perhatian dan lain-lain. Disamping dari objek sasarannya yang labil, sekolah dan kampus yang menjadi tempat yang rentan untuk peredaran narkoba.
Atas rasa tanggung jawab dan kewajiban untuk dapat menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas, maka pada tanggal 19 April yang lalu Universitas Bangka Belitung (UBB) mengadakan acara seminar tentang narkoba yang mengambil tema â€Peran Universitas dalam dalam menanggulangi Peredaran Narkoba di Kalangan Mahasiswa / Pelajarâ€. Adapun semangat dan pesan yang ingin disampaikan dalam seminar ini adalah â€Å“Bersama Kita Perangi Narkoba di Lingkungan Kitaâ€. Rektor UBB, Bustami Rahman, menyatakan bahwa sekolah dan kampus merupakan tempat yang sangat strategis untuk peredaran narkoba. Oleh karena itu perlu ada sebuah sistem yang dapat bekerja secara efektif untuk mencegah masuknya narkoba ke dalam sekolah maupun kampus, serta dapat menutup berbagai celah bagi pengedar narkoba untuk menjadikan sekolah dan kampus sebagai pasar pendistribusian narkoba dengan pelajar dan mahasiswa sebagai konsumennya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan merupakan salah satu agenda dari seminar narkoba tersebut adalah launching Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UBB yang akan bergerak dan konsen pada upaya pencegahan narkoba dikalangan mahasiwa UBB pada khususnya dan mahasiswa serta pelajar di Bangka Belitung pada umumnya. Dengan adanya UKM anti narkoba tersebut menunjukkan bahwa UBB tidak hanya ingin menunjukkan dirinya sebagai icon kampus bebas narkoba, tetapi juga ada wujud nyata yang nantinya akan dilakukan berbagai kegiatan oleh UKM anti narkoba tersebut. UKM ini nantinya akan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Propinsi, Badan Narkotika Kabopaten/kota, aparat penegak hukum, pemerintah, masyarakat dan lain-lain. Harapannya langkah UBB ini dapat diikuti oleh institusi-institusi pendidikan yang lain sehingga upaya memerangi narkoba akan semakin efektif dan terus menerus.
Bahaya Narkoba dan Upaya Memeranginya, secara garis besar, bahaya penyalahgunaan narkoba dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu dampak khusus dan dampak umum. Pada dampak khusus, misalnya dampak dalam penggunaan ganja. Dampak fisik : denyut nadi meningkat, mata merah dan kering, mengantuk, radang paru-paru, sesak nafas, menimbulkan penyakit kanker. Dampak psikis : perasaan tertekan, agresif, rasa gembira berlebihan (euphoria), halusinasi, berkurangnya daya ingat, terjadi gangguan persepsi tentang ruang dan waktu, menurunnya kemampuan berfikir serta bersosialisasi. Sementara dampak umumnya adalah terhadap individu, terhadap orang tua dan keluarga dan terhadap masyarakat dan bangsa.
Dampak terhadap individu dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan fisik (keracunan, gejala putus obat/sakauw, kerusakan otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, organ reproduksi sampai kematian yang sia-sia, menimbulkan gangguan psikis (gelisah, cemas, takut, curiga dan waspada berlebihan, paranoid, depresi, euphoria, agresif dan gangguan daya ingat, menimbulkan gangguan bersosialisasi dan tidak punya semangat belajar/bekerja, menimbulkan gangguan ketenangan dan ketentraman dalam keluarga dan masyarakat dan penggunaan narkotika dengan jarum suntik dapat menimbulkan resiko tertular HIV/AIDS, Hepatitis B, C maupun penyakit infeksi lainnya.
Dampak terhadap orang tua dan keluarga dapat menghancurkan ekonomi orang tua/keluarga dan menimbulkan beban psikologis/sosial yang sangat berat bagi orang tua dan keluarga. Dampak terhadap masyarakat dan bangsa dapat menurunkan kualitas SDM, menambah beban biaya negara dalam rangka untuk membiayai program penanggulangan bahaya narkotika dan menimbulkan gangguan terhadap ketertiban maupun keamanan masyarakat dan bangsa.
Dalam kebijakan kriminal (criminal policy), upaya penanggulangan dan pencegahan kejahatan perlu digunakan pendekatan integral, yaitu perpaduan antara sarana penal dan non penal. Sarana penal adalah hukum pidana melalui kebijakan hukum pidana. Sementara non penal adalah sarana non hukum pidana, yang dapat berupa kebijakan ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan, teknologi, dan lain-lain.
Upaya penanggulangan dan pencegahan kejahatan narkoba ini memerlukan pendekatan integral dikarenakan hukum pidana tidak akan mampu menjadi satu-satunya sarana dalam upaya penanggulangan kejahatan narkoba yang begitu komplek dan terjadi dimasyarakat. Berbagai upaya preventif dengan pendekatan agama, pendidikan, sosial budaya dan ekonomi perlu untuk dimaksimalkan dibandingkan pendekatan hukum, karena lebih bersifat represif.
***
Written By : Dwi Haryadi, S.H.,M.H.
Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial
Universitas Bangka Belitung
Written By : Dwi Haryadi, S.H.,M.H.
Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial
Universitas Bangka Belitung
Analisis artikel :
Pertanyaan:
1. Mengapa kasus atau masalah itu bisa terjadi?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya peristiwa itu?
3. Solusi atau pemecahan masalah apa yang anda tawarkan untuk menyelesaikan masalah itu?
Jawaban:
1. Masalah narkoba bisa terjadi karena pelajar dan mahasiswa merupakan objek yang secara emosional masih labil, sehingga sangat rentan untuk menggunakan narkoba. Mulai dari rasa ingin tahu, mau coba-coba, ikut-ikutan teman, rasa solidaritas group yang kuat dan memilih lingkungan yang salah sampai dengan faktor keluarga yang kurang perhatian dan lain-lain. Disamping dari objek sasarannya yang labil, sekolah dan kampus yang menjadi tempat yang rentan untuk peredaran narkoba.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah narkoba, diantaranya:
1. Ketidak tahuan akan bahaya serbut setan itu
Sehingga masyarakat yang tidak tahu apa-apa terperosok ke dalam jurang neraka itu yang mengakibatkan sulit kembali kepada jati diri yang sebenarnya.
2. Dasar Agama Yang Tidak Kuat
Pendidikan agama sangat dominant melindungi anak dari pengaruh luar menyalahgunakan narkoba. Karena ajaran agama Islam, Kristen Katolik, Hindu, Budha dan lain-lain melarang umatnya melakukan perbuatannya yang merusak dirinya. Dasar agama yang pernah ditanamkan sejak kecil akan menjadi perisai bagi dirinya untuk menolak sesuatu yang merusak akhlaq. Akan tetapi anak-anak yang (generasi muda) yang tidak pernah mendapatkan pendidikan agama sangat rawan melakukan tindakan criminal seperti pecandu narkoba, minum-minuman keras dan lain-lain.
3. Komunikasi Dua Arah Antara Orang Tua Dan Anak Sangat Jarang
Di dalam kelaurga antar Ibu Bapak dan anak selalulah dijalin komunikasi yang berkesinambungan. Jangan sekali-kali komunikasi antara ayah dan akan atau ibu dan anak terputus. Tidak boleh ada kepakuman komunikasi antara mereka.
Bila hal ini terjadi maka si anak akan mencari jalan keluar untuk menyenangkan dirinya. Mencari teman yang dapat berkomunikasi pembuatnya senang. Nah di sinilah awal malapetaka itu, ketika kemudian datanglah temannya bergabung untuk menghilangkan rasa suntuk yang dialaminya di rumah yang menurutnya tidak menyenangkan.
Bila si anak pulang dari sekolah tidak sebagaimana biasanya atau pulang larut malam, wajib diselidiki kenapa ia pulang terlambat. Sekali didiamkan percayalah berulang kali dilakukannya. Kesempatan beginilah yang menjadi seseorang terpengaruh oleh teman-temannya yang lepas control. Setelah anak berprilaku beda dari pada kebiasaannya barulah si orang tua sadar anaknya sudah korban narkoba. Apa mau dikata sesal kemudian tidak berguna.
4. Pengaruh Di Lingkungan Sekolah/Kampus
Zaman sekolah sekarang dan perguruan tinggi yang lebih keren di sebut universitas bukanlah semata-mata lahan menimba ilmu pengetahuan, tetapi lahan subur peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba oleh para siswa/ mahasiswa. Pada mulanya institute ini tempat meningkatkan kecerdasan dan intelegasi, guna menempa sumber daya manusia akhirnya tercemar oleh kepentingan sesaat jangka pendek orang-orang jahil yang mengeruk keuntungan.
5. Karena modal gaul
Supaya terlihat lebih percaya diri (pede) tidak mau kalah dengan orang lain.
6. Bisnis narkoba yang menjanjikan keuntungan yang sangat besar para pelakunya.
Narkoba yang beredar di kalangan masyarakat, khususnya remaja dijual dengan harga yang cukup tinggi karena bahan dasar untuk membuat narkoba yang mahal dan pemasarannya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Jika pengguna narkoba sudah mengalami kecanduan yang berat, maka pengguna narkoba akan rela mengeluarkan berapapun uang yang dimiliki untuk memperoleh narkoba itu, meskipun harganya mahal dan transaksi dilakukan dengan diam-diam.
7. Kemungkinan adanya scenario besar untuk menghancurkan calon pemimpin di masa depan.
Scenario besar yang dirancang untuk menghancurkan calon pemimpin di masa depan dapat dilakukan dengan membuat calon pemimpin di masa depan mengalami ketergantunganterhadap narkoba, sehingga bangsa dan negara akan menjadi rusak dan rakyat pun juga ikut rusak jika dipimpin oleh orang yang rusak pula. Oleh karena itu sejak dini perlu disiapkan generasi penerus yang sehat pisik maupun mental bebas dari pengaruh narkoba dan memiliki kemampuan menghadapi persaingan global.
8. Pengaruh Lingkungan
Peranan lingkungan sangat menentukan bagi pertumbuhan dan pengembangan jiwa pribadi seseorang. Bila masyarakat di lingkungan itu solidaritas kepribadian santun ramah dan komunikatif, maka pada umumnya anak-anak situpun kelihatan baik-baik, pintar dan cerdas tidak mudah terpengaruh dengan perbuatan tercela.
Akan tetapi sebaliknya pula bila masyarakat lingkungan itu bersifat apatis, egois dna tidak mau tahu apa yang terjadi dalam lingkungannya maka dengan sendirinya lingkungan ini tidak kondusif dan tidak pula komunikatif. Maka hal yang beginilah jaringan pada Bandar narkoba itu dengan mudah menjalankan aksi bisnis barang haramnya.
9. Budaya Global Yang Masuk Via Eletronik, Media Cetak
Budaya global sangat dominan mempengaruhi kawula muda generasi kita. Remaja kita cepat meniru budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa agar kelihatan tidak ketinggalan jaman. Sehingga apa yang dilihatnya melalui media elektronik seperti televise, internet dan lain-lain. Cepat diserapnya tanpa mempertimbangkan baik buruknya yang penting trend. Sehingga nilai-nilai budaya kita tercemar dan tidak diperdulikan lagi karena dianggap kuno, lebih memilih pergaulan bebas (free-sex) yang terakhir kepelukan ODHA (orang denganHIV/AIDS)
3. Upaya penanggulangan dan pencegahan kejahatan narkoba ini memerlukan pendekatan integral dikarenakan hukum pidana tidak akan mampu menjadi satu-satunya sarana dalam upaya penanggulangan kejahatan narkoba yang begitu komplek dan terjadi dimasyarakat.
Berbagai upaya preventif untuk mengatasi masalah narkoba dapat dilakukan dengan dengan:
· Pendekatan sosial budaya
Pendekatan ini dilakukan dengan cara memberikan pengarahan kepada para pecandu narkoba bahwa mengkonsumsi narkoba itu dapat merusak moral dan tidak sesuai dengan budaya kita. Dengan mengkonsumsi narkoba dapat menciptakan kerusuhan di masyarakat. Misalnya, pecandu narkoba itu rela melakukan apa saja untuk mendapatkan narkoba yang mahal meskipun harus mencuri. Tentu hal ini akan sangat meresahkan masyarakat. Dengan melakukan pendekatan sosial budaya, pecandu narkoba akan sadar akan kekeliruannya karena telah merusak citra bangsa dan negara. Namun, pendekatan ini tidak terlalu ngefect terhadap para pecandu.
· Pendekatan ekonomi
Pendekatan ini dapat dilakukan dengan cara menyadarkan para pecandu narkoba bahwa mengkonsumsi narkoba hanyalah membuang-buang uang saja. Dengan harga narkoba yang mahal, tentu akan membuat para pecandu narkoba menjadi boros dan tidak dapat mengatur uang mereka. Dengan pendekatan ini, diharapkan para pecandu narkoba menjadi sadar betapa ruginya mereka jika harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk sesuatu yang haram. Namun, pendekatan ini masih sering diabaikan.
· Pendekatan pendidikan
Melalui pendekatan ini, para pecandu narkoba di beri pendidikan akan dampak negatif dari narkoba untuk segala bidang. Baik itu dampak untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Terutama pendidikan tentang dampak narkoba bagi perkembangan jiwa dan kesehatan. Pendekatan pendidikan lebih mendapatkan respon yang baik, karena pecandu narkoba akan berpikir-pikir dahulu akan dampak narkoba bagi kesehatannya.
· Pendekatan agama
Menurut agama islam, narkoba adalah sesuatu yang haram karena dapat menyebabkan kecanduan. Islam tentu akan melarang penggunaan narkoba kecuali untuk obat bius dalam kedokteran. Orang yang kecanduan narkoba dan terus menerus memakainya maka ia juga terus menerus melakukan hal yang dosa. Keimanan dari individu sangat dibutuhkan. Akan tetapi, jika keimanan pecandu narkoba lemah, maka pendekatan ini sering kali diabaikan.
· Pendekatan hukum
Dengan pendektan hukum ini, pecandu narkoba akan dihukum pidana atas perbuatannya. Para pecandu akan direhabilitasi dan akan dibebaskan sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan pendektan ini, diharapkan rasa candu dari para pemakai narkoba akan berkurang dan hilang. Akan tetapi, biasanya setelah masa tahanan berakhir, para pemakai narkoba akan kembali memakai narkoba lagi. Oleh karena itu pendekatan hukum perlu didukung dengan pendekatan-pendekatan lain.
Kekerasan Terhadap Anak, Mengapa?
Artikel
Awal tahun 2010 kita dihentakkejutkan oleh peristiwa kekerasan terhadap anak secara beruntun. Di Depok Jawa Barat seorang guru ngaji menyiksa 3 santrinya dengan air keras. Di Jakarta Utara seorang homosek dan paedofil telah memutilasi 3 anak. Di Tangerang seorang Ibu membekap bayinya yang berusia 9 bulan hingga tewas. Terakhir, KPAI menerima laporan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru Sekolah Dasar di Jakarta Selatan, terhadap seorang siswanya sehingga korban merasa trauma dan tidak mau masuk sekolah. Sebelumnya diberitakan seorang bayi di Semarang hilang diculik dari Rumah Sakit daerah, demikian juga seorang bayi lainnya diculik dari Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat.
Cenderung meningkat
Di Indonesia sendiri, angka-angka kekerasan terhadap anak tidak pernah menunjukkan angka menurun, kecenderungannya selalu meningkat, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Angka pastinya sulit diperoleh karena banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan, terutama apabila kekerasan tersebut terjadi di rumah tangga. Banyak masyarakat menganggap, kekerasan di rumah tangga adalah urusan domestik, sehingga tidak selayaknya orang luar, aparat hukum sekali pun ikut campur tangan.
Beberapa data yang terserak bisa menjadi gambaran betapa eskalatifnya kekerasan terhadap anak di tanah air. World Vision yang melakukan pendataan ke berbagai daerah menemukan angka 1.891 kasus kekerasan selama tahun 2009, pada tahun 2008 hanya ada 1600. Kompilasi dari 9 surat kabar Nasional menemukan angka 670 kekerasan terhadap anak selama tahun 2009, sementara tahun 2008 sebanyak 555 kasus. Sementara Pengaduan langsung ke KPAI tahun 2008 ada 580 kasus dan tahun 2009 ada 595 kasus, belum termasuk Laporan melalui E-mail dan telepon. Dari Bareskrim Polri, selama tahun 2009 terjadi tindak kekerasan terhadap anak sebanyak 621 yang diproses hingga tahap P-21 dan diputus pengadilan.
Karena sulitnya memperoleh data valid dari seluruh tanah air, maka KPAI bersama semua stakeholders bersepakat, utamanya Departemen Kesehatan, mulai tahun 2010, akan menjadikan Puskesmas dan RS sebagai basis data kekerasan terhadap anak. Sebuah lokakarya sedang disiapkan untuk membangun sensitifitas para petugas kesehatan di tempat-tempat pelayanan kesehatan serta membuat mekanisme pelaporan yang cepat dan akurat. Diharapkan, kelak tidak perlu korban lapor, kalau seorang dokter atau petugas Puskesmas mencurigai pasiennya korban kekerasan akan segera melaporkan kepada aparat berwajib, karena banyak anak korban kekerasan tidak berani menyampaikan laporan sebab ia berada dalam tekanan dan ancaman.
Tekanan hidup
Pertanyaannya adalah, mengapa tingkat kekerasan terhadap anak di Indonesia begitu marak? Pertama, saya ingin menyebut kultur. Ada kultur kekerasan yang sangat kuat di sebagian masyarakat kita. Anak dilihatnya sebagai miilik mutlak yang harus takluk untuk menggayuh keinginan orang dewasa. Anak menjadi target dalam rangka memenuhi ambisi orang dewasa, dan ketika ia tidak bisa memenuhi anak akan diperlakukan dengan kekerasan. Perlakuan kekerasan terhadap anak ini tidak hanya di rumah, atau komunitas tertentu saja, bahkan di sekolah pun, di mana anak mestinya memperoleh jaminan rasa aman, yang terjadi juga praktek kekerasan. Masih banyak guru menganggap, bahwa kekerasan adalah bagian dari proses pendidikan. Banyak guru lupa, bahkan mungkin tidak tahu, bahwa dasar pendidikan adalah cinta. Jangan mendidik, jangan mengajar, bila gelora hatinya bukan gelora cinta cinta, sebaliknya gelora dendam dan kebencian.
Kedua, modernisasi yang tidak terkendali akan selalu melahirkan kemiskinan kota dengan segala karakternya; meningkatnya angka kriminalitas, prostitusi, dan tekanan hidup. Keempatnya saling berangkai dan saling menjadi sebab dan akibat. Muaranya satu, kekerasan terhadap anak dalam berbagai bentuk seperti; penelantaran, pemekerjaan, perdagangan anak, pelacuran anak, hingga kekeerasan fisik yang menyebabkan penderitaan dan kematian anak.
Ketiga, karakter psikis seseorang. Karakter psikologis akan terekspresikan bila ada media yang mempertemukan dengan kondisi sosial. Untuk kasus Ibu yang membunuh anak di kota-kota besar pada umumnya karena tidak kuatnya menghadapi tekanan hidup. Ekspresi tekanan hidup yang tak tertanggungkan akan selalu dilampiakan kepada orang-orang terdekatnya. Fromm (1970) mengutip hasil studi Sigmund Freud bahwa sesungguhnya dalam diri manusia ada dua kekuatan yang saling bersaing untuk keluar, yaitu keinginan untuk mencintai dan keingininan untuk membunuh. Seseorang yang memiliki karakter psikis dominan keingian membunuh akan segera terekspresikan ketika ada lingkungan sosial ekonomi yang tidak bisa dihadapi, menekan dirinya, dan jadllah orang-orang di sekitarnya sebagai pelampiasan.
Meningkatkan kepedulian
Bagaimana kita bisa menghentikan, setidaknya meminimalisir tindak kekerasan terhadap anak dalam masyarakat kita. Pertama, harus ada pemahaman bersama dari seluruh komponen masyarakat bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh sebab itu, siapapun, dengan alasan apapun, tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak. Tindak kekerasan kepada anak akan dijerat dengan pasal-pasal ketentuan pidana dalam UU perlindungan anak yang bisa dihukum maksimal hukuman kurungan 15 tahun dan denda Rp 600.000,00.
Kedua, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak. Kita tidak boleh lagi apriori terhadap jerit tangis anak di rumah tetangga yang tidak wajar, kita boleh lagi apriori misalkan ada tetangga yang mengasuk anak-anak namun menutup diri dari pergaulan tetangga, para dokter dan tenaga medis serta paramedis lainnya tidak bisa lagi apriori manakala ada pasien yang datang dengan keluhan yang mencurigakan, dan sebagainya.
Ketiga, media massa hendaklah tidak mengekspose berita-berita kekerasan tanpa batas. Pemberitaan tanpa visi, hanya mengabdi pada rating dan industri boardcasting serta tiras penerbitan akan mengorbankan masyarakat, khsusunya anak, karena anak akan cepat meniru apa yang dilihatnya tanpa mengetahui akibat dari setiap pilihan tindakan.
Keempat, pengakkan hukum yang tegas oleh aparat penegak hukum. UU Perlindungan Anak sesungguhnya sudah cukup berat dalam ketentuan sanksi kepada para pelaku kekerasan terhadap anak, namun di lapangan sering ketentuan tersebut tidak diterapkan. Banyak aparat hukum yang menjerat pelaku hanya dengan KUHP sehingga hukumannya sangat ringan. Alasannya, polisi belum tahu atas UU Perlindungan Anak, tetapi patut diduga ada permaianan uang dalam kasus-kasus kekerasan terhadap anak, mengingat banyak kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh jaringan mafia dengan kekuatan uang di belakangnya.
Kelima, pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan pemberantasan kemiskinan. Angka-angka indikator makro ekonomi ternyata tidak terasakan oleh lapisan miskin kota. Mereka tetaplah kelompok marginal yang tidak memiliki akses ekonomi dan bentuk-bentuk kesejahteraan lainnya. Mengingat banyaknya kasus kekerasan terhadap anak berlangsung di perkotaan darn dari keluarga miskin, maka saatnya orientasi pemberantasan kemiskinan di perkotaan memperoleh perhatian lebih, dengan metode yang tepat, dan simpul-simpul penentu kebijakan yang mudah diakses oleh mereka.
Tanpa upaya-upaya itu semua, niscaya kekerasan terhadap anak akan terus merebak. Padahal, bukankah pasal 28 b ayat 2 menyatakan bahwa setiap anak harus dilindungi dari kekerasan dan diskriminasi?
***
Analisis artikel :
Pertanyaan:
1. Mengapa kasus atau masalah itu bisa terjadi?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya peristiwa itu?
3. Solusi atau pemecahan masalah apa yang anda tawarkan untuk menyelesaikan masalah itu?
Jawaban:
1. Masalah kekerasan terhadap anak bisa terjadi karena adanya kultur kekerasan yang sangat kuat di sebagian masyarakat kita. Anak dilihatnya sebagai miilik mutlak yang harus takluk untuk menggayuh keinginan orang dewasa. Anak menjadi target dalam rangka memenuhi ambisi orang dewasa, dan ketika ia tidak bisa memenuhi anak akan diperlakukan dengan kekerasan. Perlakuan kekerasan terhadap anak ini tidak hanya di rumah, atau komunitas tertentu saja, bahkan di sekolah pun, di mana anak mestinya memperoleh jaminan rasa aman, yang terjadi juga praktek kekerasan. Masih banyak guru menganggap, bahwa kekerasan adalah bagian dari proses pendidikan. Banyak guru lupa, bahkan mungkin tidak tahu, bahwa dasar pendidikan adalah cinta. Jangan mendidik, jangan mengajar, bila gelora hatinya bukan gelora cinta cinta, sebaliknya gelora dendam dan kebencian.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kekerasan terhadap anak, diantaranya:
a. Tidak ada kontrol sosial pada tindakan kekerasan terhadap anak-anak.
Bapak yang mencambuk anaknya tidak dipersoalkan tetangganya, selama anak itu tidak meninggal atau tidak dilaporkan ke polisi. Sebagai bapak, ia melihat anaknya sebagai hak milik dia yang dapat diperlakukan sekehendak hatinya. Tidak ada aturan hukum yang melindungi anak dari perlakuan buruk orang tua atau wali atau orang dewasa lainnya.
Saya mempunyai teman satu sekolah yang kebetulan anak seorang tentara. Kegiatan di rumah diatur sesuai jadual yang ditetapkan orang tuanya. Ia harus belajar sampai menjelang tengah malam. Subuh harus bangun untuk bekerja membersihkan rumah. Bila ia itu melanggar, ia pasti ditempeleng atau dipukuli. Sang Bapak sama sekali tidak merasa bersalah. Ia beranggapan melakukan semuanya demi kebaikan anak. Mengatur anak tanpa mempertimbangkan kehendak anak dianggap sudah menjadi kewajiban orang tua.
b. Hubungan anak dengan orang dewasa berlaku seperti hirarkhi sosial di masyarakat.
Atasan tidak boleh dibantah. Aparat pemerintah harus selalu dipatuhi. Guru harus di gugu dan ditiru. Orang tua wajib ditaati. Dalam hirarkhi sosial seperti itu anak-anak berada dalam anak tangga terbawah. Guru dapat menyuruhnya untuk berlari telanjang atau push up sebanyak-banyaknya tanpa mendapat sanksi hukum. Orang tua dapat memukul anaknya pada waktu yang lama tanpa merasa bersalah. Selalu muncul pemahaman bahwa anak dianggap lebih rendah, tidak pernah dianggap mitra sehingga dalam kondisi apapun anak harus menuruti apapun kehendak orang tua. Hirarkhi sosial ini muncul karena tranformasi pengetahuan yang diperoleh dari masa lalunya. Zaman dulu, anak diwajibkan tunduk pada orang tua, tidak boleh mendebat barang sepatahpun. Orang dewasa melihat anak-anak sebagai bakal manusia dan bukan sebagai manusia yang hak asasinya tidak boleh dilanggar.
c. Kemiskinan
Kita akan menemukan bahwa para pelaku dan juga koban kekerasan anak kebanyakan berasal dari kelompok sosial ekonomi yang rendah. Kemiskinan, yang tentu saja masalah sosial lainnya yang diakibatkan karena struktur ekonomi dan politik yang menindas, telah melahirkan subkultur kekerasan. Karena tekanan ekonomi, orang tua mengalami stress yang berkepanjangan. Ia menjadi sangat sensitif. Ia mudah marah. Kelelahan fisik tidak memberinya kesempatan untuk bercanda dengan anak-anak. Terjadilah kekerasan emosional. Pada saat tertentu bapak bisa meradang dan membentak anak di hadapan banyak orang. Terjadi kekerasan verbal. Kejengkelan yang bergabung dengan kekecewaan dapat melahirkan kekerasan fisik. Ia bisa memukuli anaknya atau memaksanya melakukan pekerjaan yang berat. Orang tua bisa menjual anaknya ke agen prostitusi karena tekanan ekonomi. Gelandangan yang diperkosa preman jalanan terpuruk ke dalam nasibnya yang getir juga karena kemiskinan.
3. Solusi untuk Mencegah Terjadinya Kekerasan Terhadap Anak, adalah :
· Pendidikan dan Pengetahuan Orang Tua Yang Cukup
Dari beberapa faktor yang telah kita bahas diatas, maka perlu kita ketahui bahwa tindak kekerasan terhadap anak, sangat berpengaruh terhahap perkembangannya baik psikis maupun fisik mereka. Oleh karena itu, perlu kita hentikan tindak kekerasan tersebut. Dengan pendidikan yang lebih tinggi dan pengetahuan yang cukup diharapkan orang tua mampu mendidik anaknya kearah perkembangan yang memuaskan tanpa adanya tindak kekerasan.
· Keluarga Yang Hangat Dan Demokratis
Psikolog terpesona dengan penelitian Harry Harlow pada tahun 60-an memisahkan anak-anak monyet dariibunya, kemudian ia mengamati pertumbuhannya. Monyet-monyet itu ternyata menunjukkan perilaku yang mengenaskan, selalu ketakutan, tidak dapat menyesuaikan diri dan rentan terhadap berbagai penyakit. Setelah monyet-monyet itu besar dan melahirkan bayi-bayi lagi, mereka menjadi ibu-ibu yang galak dan berbahaya. Mereka acuh tak acuh terhadap anak-anaknya dan seringkali melukainya. (Hurifah, R. 1992 : 70)
Dalam sebuah study terbukti bahwa IQ anak yang tinggal di rumah yang orangtuanya acuh tak acuh, bermusuhan dan keras, atau broken home, perkembangan IQ anak mengalami penurunan dalam masa tiga tahun. Sebaliknya anak yang tinggal di rumah yang orang tuanya penuh pengertian, bersikap hangat penuh kasih sayang dan menyisihkan waktunya untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya, menjelaskan tindakanya, memberi kesempatan anak untuk mengambil keputusan, berdialog dan diskusi, hasilnya rata-rata IQ ( bahkan Kecerdasan Emosi ) anak mengalami kenaikan sekitar 8 point.
Hasil penelitian R. Study juga membuktikan bahwa 63 % dari anak nakal pada suatu lembaga pendidikan anak-anak dilenkuen ( nakal ), berasal dari keluarga yang tidak utuh ( broken home ). Kemudian hasil penelitian K. Gottschaldt di Leipzig ( Jerman ) menyatakan bahwa 70, 8 persen dari anak-anak yang sulit di didik ternyata berasal dari keluarga yang tidak teratur, tidak utuh atau mengalami tekanan hidup yang terlampau berat. (Ahmad, Aminah . 2006 : 1).
· Membangun Komunikasi Yang Efektif
Kunci persoalan kekerasan terhadap anak disebabkan karena tidak adanya komunikasi yang efektif dalam sebuah keluarga. Sehingga yang muncul adalah stereotyping (stigma) dan predijuce (prasangka). Dua hal itu kemudian mengalami proses akumulasi yang kadang dibumbui intervensi pihak ketiga. Sebagai contoh kasus dua putri kandung pemilik sebuah pabrik rokok di Malang Jawa Timur. Amy Victoria Chan (10) dan Ann Jessica Chan (9) diduga jadi korban kekerasan dari ibu kandung mereka saat bermukim di Kanada. Ayahnya terlambat tahu karena sibuk mengurus bisnis dan hanya sesekali mengunjungi mereka. Mereka dituntut ibunya agar meraih prestasi di segala bidang sehingga waktu mereka dipenuhi kegiatan belajar dan beragam kursus seperti balet, kumon, piano dan ice skating. Jika tidak bersedia, mereka disiksa dengan segala cara. Mereka juga pernah dibiarkan berada di luar rumah saat musim dingin.(Kompas edisi 24 Januari 2006). Kejadian ini mungkin tidak terjadi jika ayahnya selalu mendampingi anak-anaknya.
Untuk menghindari kekerasan terhadap anak adalah bagaimana anggota keluarga saling berinteraksi dengan komunikasi yang efektif. Sering kita dapatkan orang tua dalam berkomunikasi terhadap anaknya disertai keinginan pribadi yang sangat dominan, dan menganggap anak sebagai hasil produksi orang tua, maka harus selalu sama dengan orang tuanya dan dapat diperlakukan apa saja.
Bermacam-macam sikap orang tua yang salah atau kurang tepat serta akibat-akibat yang mungkin ditimbulkannya antara lain.
· Orang tua yang selalu khawatir dan selalu melindungi
Anak yang diperlakukan dengan penuh kekhawatiran, sering dilarang dan selalu melindungi, akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak mempunyai kepercayaan diri, dan sulit berdiri sendiri. Dalam usaha untuk mengatasi semua akibat itu, mungkin si anak akan berontak dan justru akan berbuat sesuatu yang sangat dikhawatirkan atau dilarang orang tua. Konflik ini bisa berakibat terjadinya kekerasan terhadap anak.
· Orang tua yang terlalu menuntut
Anak yang dididik dengan tuntutan yang tinggi mungkin akan mengambil nilai-nilai yang terlalu tinggi sehingga tidak realistic. Bila anak tidak mau akan terjadi pemaksaan orang tua yang berakibat terjadinya kekerasan terhadap anak seperti contoh kasus di atas.
· Orang tua yang terlalu keras.
Anak yang diperlakukan demikian cenderung tumbuh dan berkembang menjadi anak yang penurut namun penakut. Bila anak berontak terhadap dominasi orang tuanya ia akan menjadi penentang. Konflik ini bisa berakibat terjadi kekerasan terhadap anak.
Langganan:
Postingan (Atom)
