SUDAHKAH SAYA
MENSYUKURI NIKMAT-NYA?
Betapa
banyaknya nikmat yang telah Allah berikan padaku, tapi terkadang ku lalai tuk
menyadari semua itu. Sungguh tidak tahu diri aku ini. Sudah diberikan nikmat
sebanyak itu dengan gratis tapi masih belum mensyukurinya juga.
Astagfirullohal’adzim….Maafkan hambaMu ini ya Allah atas kelalaiannya….
Sungguhlah,
hambaMu ini tak bisa menghitung sudah seberapa banyak nikmat yang telah hamba
rasakan dan yang telah hamba nikmati. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi
di kegelapan malam. Itu hanya dalam sehari, belum lagi jika di hitung dari awal
mula saya lahir di bumi ini sebagai manusia baru yang belum tahu apa-apa. Tapi,
saya akan berusaha untuk menyebutkan nikmat apa saja yang telah Allah berikan
pada saya dalam sehari dari mulai saya membukakan mata di pagi hari sampai mata
ini terasa lelah hingga akhirnya tertidur pulas di malam hari.
Nikmat
rohani yang telah saya rasakan di pagi ini yaitu hati saya merasa tenang
setelah kurang lebih memejamkan mata selama 3 jam karena hampir setiap malam,
saya harus mengerjakan tugas – tugas yang sudah menanti saya untuk di kerjakan
lagi karena memang saya sudah mencicilnya di hari-hari sebelumnya. Pada pukul
00.30 WIB, saya baru bisa tidur tetapi berhubung saya sudah niat ingin
menjalankan puasa sunnah, lalu saya pun bergegas bangun dari tempat tidur pada
pukul 03.00 untuk melaksanakan sahur. Betapa nikmat yang kurasakan ketika
setelah tidur lalu menyantap makan sahur itu meskipun dengan lauk seadanya. Subhanalloh…
Memang
bisa di bilang bahwa waktu tidur 3 jam itu sangatlah singkat dan tidak sesuai
dengan seharusnya. Tapi, saya rasa tidak
juga. Saya bersyukur masih bisa tidur, masih bisa bermimpi, yang katanya mimpi
itu bunga tidur yang akan menghiasi tidurnya seseorang. Ditambah lagi, setelah
saya bangun dari tempat tidur, saya merasakan kenyamanan dan ketenangan hati.
Mungkin karena pada saat tidur itu, saya bisa merefleksikan otot – otot tegang
yang ada dalam sekujur badan saya dan pikiran saya sedang dalam keadaan relaksasi.
Begitu tenangnya hati dan pikiran saat itu karena tidak sedang memikirkan
apa-apa.
Selain
hati saya merasa tenang setelah tertidur pulas, sayapun merasa lebih
bersemangat lagi dari hari kemarin. Ya Allah betapa Maha Pemurahnya Engkau,,,
Segala Puji bagiMu Ya Allah… Meskipun saya sering lalai dalam mensyukuri setiap
nikmat yang telah Engkau beri, tapi Kau tetap masih bermurah hati padaku.
Sungguh hinanya diri ini… Tapi sayapun tak ingin lagi kelalaian ini saya
biarkan begitu saja karena tanpa saya sadari memang sudah amat dan banyak
sekali nikmat yang telah Engkau berikan padaku. Sekarang tinggal bagaimana saya
membalasnya,….Ya dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua
LaranganNya. Bismillahirrohmanirrohim,,,, semoga saya bisa!
Dua
hal di atas merupakan nikmat yang saya rasakan dari batin. Tapi, sesungguhnya
masih banyak lagi. Dan yang ini merupakan nikmat jasmani dimana nikmat ini
bersifat kelihatan dengan mengamati diri sendiri.
Alhamdulillah,
setelah cukup lama tertidur pulas, saya masih bisa membuka mata saya untuk
melihat benda-benda yang ada di sekitar. Tentunya melihat tanda - tanda
kebesaran Allah yaitu melihat keindahan pagi yang pada waktu itu langit belum
bersinar cerah karena jam masih menunjukkan pukul 03.00. Memang indah di pandang
mata, memang sejuk pula di rasa. Selain itu, saya masih bisa melihat canda tawa
teman-teman sekamar dan melihat bagaimana keadaan asrama saat jam – jam tersebut.
Ternyata sudah agak ramai…! Sayapun turut senang melihatnya karena banyak teman
– teman asrama yang berbondong – bondong berjalan mengarah ke tempat wudlu yang
tentunya untuk mengambil air wudlu hendak melaksanakan qiyamul lail. Seandainya
saja semua teman – teman saya melaksanakan qiyamul lail, pasti keadaan asrama
akan begitu tentram, tenang, dan damai karena senantiasa di hiasi dengan
lantunan doa. Tapi masih saja ada yang masih tertidur dengan enaknya tanpa ada
rasa rikuh melihat teman-temannya
sedang melaksanakan qiyamul lail.
Selain
itu, saya masih bisa mendengar ayam berkokok… hmmm…memang suaranya tidak
seindah Gita Gutawa bernyanyi, tapi kan setiap makhluk hidup memiliki
karakteristik masing-masing dan ayam sudah takdirnya memiliki suara seperti
itu. Ayam berkokok masih bisa saya dengar dengan jelas, berarti cara kerja
telinga saya juga masih normal padahal yang saya tahu, telinga ini sudah saya
pakai dari pertama saya lahir yaitu tahun 1994 sampai sekarang ini tahun 2011.
Bayangkan saja, sudah 17 tahun! Saya juga tidak pernah memberinya makan,
apalagi membayar tiap pemakaiannya. Tapi mengapa telinga yang saya punya masih
bekerja dengan baik?Subhanalloh….Sungguh besar karuniaMu… Mengapa saya sering
lupa akan hal itu? Padahal sudah jelas-jelas nikmat itu saya rasakan setiap
waktu. Tapi dimana rasa syukurku padaNya? Sudahkah saya membalas semua kebaikan
Allah?
Lalu,
di pagi hari saya masih bisa mencium aroma masakan ibu kantin. Sedap sekali…
Coba saja, seandainya Allah tidak memberikan saya hidung, pasti saya tidak akan
bisa merasakan betapa enaknya mencium aroma masakan dan semua itu terasa hambar.
Apalagi masakan ibu di rumah?Masakan manapun
tidak ada yang bisa menandinginya. Allah memang Maha Pemurah tapi malah
aku sering lalai untuk mensyukurinya.
Dengan
adanya lidahpun, saya bisa menikmati makanan yang saya makan. Betapa
berharganya lidah. Karena dengan lidahlah, saya mampu berbicara, menyantap
makanan hingga menelannya. Apabila
saya tidak memiliki indera pengecap ini, berbagai macam rasa dari daging, ikan,
sayuran, sup, selada, buah, minuman, dan selai tidak akan ada arti baginya.
Selain itu, rasa makanan tersebut mungkin tidak akan lezat, hambar, tawar, atau
tidak mengenakkan dan memualkan perut. Tidak diragukan lagi bahwa rasa dan
indera yang menerimanya telah secara khusus diciptakan untuk manusia. Sungguh, tidak ada sesuatu hal yang Allah
berikan tanpa manfaat. Semuanya memiliki peranan masing – masing, dan jika kita
tidak memiliki salah satu dari apa yang Allah berikan, maka tidak akan
lengkaplah semua yang kita lakukan.
Setelah
terbangun dari tidur, saya masih bisa melangkahkan kaki ini ke tempat wudlu
untuk mengambil air wudlu. Andai saja jika Allah sudah tidak lagi menginginkan
saya untuk berjalan, pasti kaki ini sulit untuk digerakkan apalagi digunakan
untuk melangkah. Tidak bisa kubayangkan jika Allah menghentikan niatnya kepada
saya untuk memberikan saya nikmat untuk berjalan. Pasti saya akan merasa
terpukul tidak bisa berjalan layaknya
orang normal. Tapi mengapa disaat saya masih diberi karunia oleh Allah untuk
berjalan, rasa syukur saya malah kurang. Padahal disekitar saya masih banyak
orang yang ingin memiliki sepasang kaki yang normal, tapi saya malah tidak
sadar akan hal itu.
Terbukti bahwa
alat-alat indera dan kaki saya masih bisa bekerja dengan baik, untuk itu
hendaknya saya merubah diri saya untuk pandai bersyukur atas segala nikmat
Allah yang tiada hentinya datang menghampiri. Selain kenikmatan alat-alat
indera yang masih bekerja dengan baik setelah saya terbangun dari tidur,
ternyata masih banyak sekali nikmat lain yang saya rasakan.
Kebersihan
Ada beberapa hal yang menimbulkan
perubahan di tubuh saya pada saat bangun di pagi hari. Wajah saya kusut, rambut
kotor, tubuh berbau tak sedap dan ada aroma yang tidak menyenangkan dari mulut
saya. Wajah kusut yang saya lihat di cermin dan penampilan yang tidak rapi menunjukkan
ketidaksempurnaan saya. Setiap orang harus mencuci muka di pagi hari, menggosok
gigi, dan merapikan diri termasuk saya. Hal ini mengingatkan orang yang telah
dekat dengan ajaran Al Qur’an bahwa dia tidaklah berbeda dengan orang lain, dan
hanya Allah yang tidak memiliki kekurangan.
Saat saya memandang ke cermin dan merasa tidak nyaman dengan
apa yang dilihat, saya makin paham bahwa saya tidak dapat memiliki keindahan
apa pun tanpa dengan kekuatan keinginannya semata. Dari hal itu bisa dilihat
bahwa Allah telah menciptakan dalam hamba-Nya kekurangan untuk mengingatkan
mereka akan ketergantungan mereka kepada-Nya. Jelas bahwa menjadi kotornya
tubuh saya dan lingkungan dalam waktu singkat merupakan contohnya. Tetapi Allah
telah menunjukkan bagaimana cara untuk mengatasi kekurangan ini dan telah
memberikan nikmat berupa tersedianya sabun mandi dan sabun cuci untuk saya
berbenah diri. Singkatnya, sesuai dengan ajaran Al Qur’an, orang beriman akan
bersih diri dan berpenampilan baik, bukan untuk orang lain, tetapi karena
demikianlah yang dikehendaki oleh Allah dan secara alami, karena cara inilah
yang terasa paling nyaman. Dengan membersihkan tempat tinggal mereka, mereka
merasakan kesenangan yang berlimpah karena menciptakan lingkungan yang membuat
orang lain merasa nyaman di dalamnya; dalam hal kebersihan mereka tidak sedikit
pun menunjukkan keengganan, dan mereka senantiasa berusaha sekuat tenaga agar
bersih dan berpenampilan baik.
Berpakaian
Tanpa saya sadari bahwa pakaian adalah salah satu dari
nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya dan ada kebaikan dalam adanya
pakaian. Pakaian mengingatkan saya bahwa makhluk hidup adalah sumber pakaian
wol, kapas, dan sutra. Bahan pakaian yang saya pakai, hampir di setiap saat
dalam hidup saya diperoleh dari tumbuhan dan hewan yang merupakan ciptaan yang
menakjubkan. Dengan kata lain, seandainya Allah tidak menciptakan makhluk hidup
yang memiliki kemampuan menyediakan untuk manusia berbagai macam pakaian dari
yang paling sederhana sampai yang paling mewah, maka bahan mentah tersebut
tidak akan ada. Meskipun saya mengetahui hal ini, tapi saya sering tidak
menghargai nikmat yang tiap saat saya dapatkan. Karena saya diberi pakaian dari
sejak lahir dan berpakaian telah menjadi kebiasaan saya. Kebiasaan inilah yang
membuat saya tidak menyadari bahwa pakaianpun merupakan salah satu nikmat dari
Allah. Saya juga lalai untuk mensyukurinya. Padahal, salah satu alasan mengapa
Allah menurunkan nikmat di dunia adalah agar manusia berterima kasih kepada-Nya
atas semua nikmat tersebut.
Dalam Perjalanan
Setelah selesai makan
pagi dan telah berbenah diri, siap menyambut berbagai tantangan di tempat sekolah,
atau tempat lainnya. Sebagian besar orang memperoleh yang mereka butuhkan
sebelum hari itu berakhir. Saya yang meninggalkan asrama menuju ke sekolah,
akan menghadapi banyak orang, hal, dan kejadian yang dapat direnungkan. Setiap
hal yang dilihat oleh saya ada dalam pengetahuan Allah, muncul atas
kehendak-Nya, dan terjadi dengan alasan tertentu. Keselamatan yang telah Allah
berikan kepada saya saat perjalanan dan akhirnya sampai di tempat tujuan dengan
selamat belum saya syukuri. Padahal betapa pentingnya keselamatan itu. Coba
saja, jika saya terjadi apa-apa dalam perjalanan, otomatis itu akan membuat
orangtua saya menjadi tidak tenang dan gelisah. Selain itu, kuliah saya juga
akan terbengkalai karena saya tidak masuk kuliah dikarenakan terjadi sesuatu
dalam perjalanan.
Di
Tempat Kuliah
Seperti kita ketahui, waktu untuk menuntut ilmu dalam
perkuliahan itu berbeda dengan di SMA. Dimana waktu tersebut, kita sendiri yang
mengaturnya. Oleh sebab itu, kebanyakan memiliki waktu luang di sela-sela waktu
kuliahnya. Jika waktu luang tersebut cocok untuk melaksanakan sholat sunnah
contohnya sholat dhuha, sebaiknya sebagai seorang muslim, ia melaksanakan
sholat tersebut meskipun memiliki banyak kesibukan. Tetapi setidaknya bisa
meluangkan waktunya untuk mengingat Allah dengan sholat dhuha tersebut. Karena
seharusnya kita bersyukur atas nikmat berupa umur yang telah di berikan kepada
kita. Sehingga, kita masih bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya yaitu
kuliah. Dalam hal ini, saya sendiri masih terkadang lupa dengan hal itu. Saya
hanya memikirkan tugas dan tugas. Tapi, saya akan berusaha untuk menjalankannya
agar saya tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bisa memanfaatkan waktu
kesibukannya untuk kembali mengingat Allah karena toh dengan sholat, pikiran
saya akan menjadi tenang karena mendapatkan pencerahan kembali di saat
pikirannya penuh dengan hal-hal yang bersifat duniawi.
Olahraga dan Latihan Fisik
Tubuh yang telah diamanahkan kepada
saya itu untuk digunakan dalam waktu yang singkat di kehidupan dunia ini. Saya
harus bertanggung jawab untuk memeliharanya sebaik mungkin. Oleh karena itu,
seharusnya berhati-hati menjaga kesehatan. Untuk itu, seharusnya pula saya
menyediakan waktu dengan sungguh-sungguh dalam kegiatan sehari-hari untuk
melakukan olahraga atau latihan fisik. Olahraga dan latihan fisik membantu
menguatkan tubuh, memberikannya daya tahan, dan membuat tubuh mampu berfungsi
teratur dan sehat karena olahraga memungkinkan seseorang untuk bekerja lebih
baik lagi untuk mendapatkan ridha Allah dan beramal saleh. Tetapi, apakah
kesehatan yang saya miliki sudah saya syukuri? Astagfirullohal’adzim,,,, Saya
hampir lupa untuk menjaga kondisi badan saya sendiri. Dimana, saya jarang
berolahraga dan makan tidak teratur dengan alasan, saya sibuk dengan
tugas-tugas perkuliahan yang harus saya kerjakan. Kalau begitu, bagaimana saya
bisa menjaga kesehatan badan saya sendiri jika pola hidup saya saja begitu? Itu
tandanya, saya kurang mensyukuri atas nikmat kesehatan yang telah Allah
berikan. Dan mulai saat inipun saya berkeinginan dan akan berusaha untuk
mengubah pola hidup saya yang seperti itu karena saya ingin meningkatkan rasa
syukur saya kepada Allah SWT.
Berdoa
Tujuan diciptakannya manusia adalah sebagaimana yang
tercantum dalam firman Allah (Al Qur'an), untuk mengabdi kepada Allah yang
telah menciptakan segalanya. Ayat ke-56 Surat Adz Dzariyat yang berbunyi: “Dan
aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku” menyatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia untuk mengabdi
kepada-Nya. Untuk itu, orang yang menerima Al Qur'an sebagai pedoman hidup
mereka akan menempatkan pengabdian kepada Allah di atas segalanya. Mereka
menggunakan kehidupan singkat mereka (sekitar 70 tahun bila Allah
menghendakinya) dengan memperhatikan kehidupan akhirat dan meraih ridha Allah.
Hal ini terlihat dengan sendirinya dalam setiap saat di kehidupan duniawi
mereka.
Seseorang yang menjadikan Al Qur'an sebagai petunjuknya akan
sangat berhati-hati dalam melakukan ibadah seperti sholat lima waktu, berpuasa,
dan berwudhu, sebagaimana yang telah Allah perintahkan. Misalnya, sholat tepat
waktu adalah hal yang penting. Dia tidak membiarkan urusan dunia menghalanginya
dalam menunaikan sholat. Setiap dia sholat, dia melakukannya dengan rendah
hati, suka-cita dan bersemangat, berharap bahwa hal itu akan membawanya semakin
dekat kepada Allah.
Namun demikian, orang yang tidak mendekatkan diri kepada
Allah dengan semangat yang benar, melainkan untuk pamer atau takut akan
pendapat orang lain, tidak dapat merasakan kenikmatan dalam beribadah kepada
Allah. Saat mereka melakukan sholat, mereka tidak tahu bahwa itu dapat
mendekatkan dirinya kepada Allah. Pikiran mereka terlalu tenggelam dalam urusan
sehari-hari sehingga sulit untuk dapat mengingat Allah dan memuji-Nya. Dalam Al
Qur'an, Allah memperingatkan orang-orang yang lalai dalam sholatnya:
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu)
orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS Al
Ma’un, 107:6)
Lalu termasuk yang manakah saya ini? Dari bangun tidur, saya
awali hari ini dengan doa yaitu untuk mengharap ridlo Allah agar hari ini lebih
baik dari hari kemarin, dan diberikan petunjuk saat menghadapi suatu masalah.
Dan selanjutnya, saya akhiri hari ini dengan doa pula, dimana saya mensyukuri
umur yang telah Allah berikan, hingga saya bisa bertemu dengan kegelapan malam
lagi, lalu sayapun mencurahkan segala unek-unek saya pada Allah, dan berharap
esok kan lebih baik dari hari ini. Memang nikmat Allah tak dapat ternilai…
Beranjak
Tidur di Malam Hari
Bagi semua orang yang berpikir, ada banyak hal untuk direnungkan
dalam penciptaan malam. Salah satu hal penting dalam penciptaan itu tersimpan
dalam hilangnya cahaya secara perlahan-lahan dan semakin gelapnya langit.
Karena peralihan yang lambat ini, makhluk hidup dengan mudah menjadi terbiasa
dengan perbedaan cahaya dan suhu antara siang dan malam dan tidak menghadapi
bahaya karena perbedaan tersebut. Allah, dengan ilmu dan kekuasaan-Nya Yang
Maha Tinggi, memiliki belas kasih kepada hamba-Nya dan semua makhluk hidup, dan
dia memberikan nikmat tersebut kepada semua orang. Namun sebagian besar manusia
tidak memikirkannya walau hanya sekali saja dalam kehidupan mereka. Karena
kebiasaan yang membuat mereka lupa. Dan jujur, sayapun demikian,,, Saya malu
kepada diri saya sendiri dan Allah SWT. Karena tanpa saya sadari, di dalam
kegelapan malam itu, bisa beristirahat dengan tenang tanpa membawa beban
pikiran apapun, dan merefleksikan pikiran – pikiran yang semula tegang hingga
kendor kembali. Selain itu, disaat pergantian siang dan malam itu, saya tidak
merasa terganggu ataupun yang lainnya. Justru saya malah merasa senang, karena
di saat-saat seperti inilah, saya bisa istirahat setelah seharian sibuk di
kampus, entah itu jadwal kuliah full hingga jam kuliah berakhir menjelang adzan
magrib, ataupun sibuk dengan kegiatan – kegiatan di UKM. Saya seharusnya
bersyukur atas semua itu.
Setelah
menguraikan beberapa nikmat yang saya rasakan dalam 24 jam baik itu dari segi
rohani maupun jasmani, ternyata masih ada nikmat yang Allah berikan dari segi
lingkungan, antara lain:
Teman
Saya
bersyukur pada Allah, karena Allah telah memberikan saya teman – teman yang
baik. Apalagi teman sekamar saya… Dia rajin beribadah, rajin belajar, dan baik
hati. Setiap saya berbicara dengannya, ia selalu memperhatikannya dengan
sungguh-sungguh. Itu tandanya, ia menghargai orang yang sedang mengajaknya
berbicara. Selain itu juga ia sering memberikan saya masukan / saran yang
positif di saat saya memperoleh suatu masalah. Ia juga termasuk motivator saya
disini, karena kesungguhannya dalam belajar. Ia tak suka mencontek dan tak suka
pula memberikan jawaban pada siapapun pada saat ujian, dengan tujuan agar orang
tersebut mengerjakan tugasnya dengan kemampuannya sendiri. Menurut saya hal itu
bagus dan perlu dikembangkan karena jarang juga ada orang yang seperti itu.
Pohon
/ Tanaman
Seperti
telah diketahui, pohon / tanaman memiliki fungsi menghirup karbondioksida dan
menghasilkan oksigen. Siapakah yang menciptakan semua itu? Tentu saja yang
menciptakannya adalah Allah SWT dengan segala kebesaranNya. Pohon / tanaman
tersebut dibuat fungsi seperti itu dengan tujuan agar makhluk hidup di dunia
ini dapat menghirup oksigen dimana oksigen tersebut sangat berguna untuk
kelangsungan hidupnya, karena tanpa oksigen, makhluk hidup tidak akan bisa
bernafas dan pada akhirnya tidak akan bisa mempertahankan hidup apalagi untuk
menyembah kepada Allah. Allah menyediakan oksigen itu dengan gratis. Padahal
setiap harinya, manusia membutuhkan oksigen sebanyak 2880 liter. Jika saya
mengalikan jumlah tersebut dengan waktu umur hidup saya, berapa banyak oksigen
yang sudah saya hirup? Pastinya bertriliun-triliun liter oksigen. Dan jika
jumlah tersebut saya kalikan dengan harga oksigen per liter di apotek, pasti
saya akan kebingungan untuk memenuhinya, karena jumlah harganya begitu besar.
Bayangkan, harga oksigen per liternya saja kurang lebih 25.000 rupiah. Untuk
itu, seharusnya saya pandai – pandai bersyukur terhadap sesuatu yang telah Allah berikan yang tanpa saya sadari
sudah banyak yang saya lalaikan.
Bulan
/ Bintang / Matahari
Lalu
bagaimana dengan bulan, bintang, dan matahari yang senantiasa selalu bergerak
sesuai dengan lintasannya? Siapakah yang
mengaturnya jika bukan Allah, pengatur alam semesta ini? Bulan bergerak
mengitari bumi. Sementara itu, bulan dan bumipun juga bergerak mengitari
matahari. Padahal yang saya tahu bulan, bumi, dan matahari memiliki ukuran yang
begitu besar. Makhluk hidup yang ada didalamnya hanya berupa titik atau bahkan
tidak terlihat sama sekali jika saya membandingkannya. Jika saja tidak ada yang
mengatur jagat raya ini, dimungkinkan akan terjadi kerusakan yang amat besar
dan itu terjadi dimana-mana. Sehingga untuk mengatasi hal itu, Allah
menciptakan gaya gravitasi agar masing-masing benda langit yang ada dalam jagat
raya ini tidak menimbulkan kerusakan. Dimana, dengan gaya gravitasi ini
masing-masing benda langit termasuk bulan, bintang, dan matahari akan tetap
berada pada posisinya tanpa bertabrakan dengan benda langit lainnya. Bayangkan
saja jika tabrakan akibat tidak memiliki gaya gravitasi, pasti makhluk hidup
yang ada di bumi ini tidak akan merasa tenang dan nyaman. Hidupnya selalu
dilanda kegelisahan karena takut akan hal buruk yang menimpanya. Dengan itu,
manusia tidak akan mampu menyembah Tuhan Nya dengan kesungguhan hati, karena
yang ada dalam pikirannya hanyalah takut dan takut. Untuk itu, haruslah manusia
termasuk saya itu menyadari akan kebesaran Allah yang telah memberikan
kenyamanan tinggal di bumi ini. Dan sebagai balasannya, saya harus melaksanakan
perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Walaupun saya tahu, bahwa itu belum
seberapa dengan apa yang telah Allah berikan untuk kenyamanan hidup di bumi
ini.
Selain itu dengan adanya bulan, para
ilmuwan dapat menentukan waktu dalam sehari yaitu 24 jam. Karena waktu tersebut
merupakan waktu yang diperlukan oleh bulan untuk melakukan rotasi terhadap
porosnya. Dan waktu dalam sebulan yaitu kurang lebihnya 30 hari merupakan waktu
yang diperlukan oleh bulan dalam berputar mengelilingi bumi yang biasa disebut
dengan revolusi bulan.
Tidak lupa
juga dengan matahari yang merupakan sumber cahaya dan sumber panas terbesar
dalam jagat raya ini. Dengan adanya matahari tersebut, saya bisa membedakan
antara siang dan malam karena cahayanya yang begitu besar dan mampu menembus
bumi dengan jarak yang begitu jauh menurut saya ( jarak dari matahari ke bumi
). Selain itu, saya juga bisa merasakan hangatnya udara di siang hari walau
nyatanya panas, tetapi panas tersebut bisa di manfaatkan untuk menunjang
kehidupan manusia, seperti bisa dibuat untuk pembangkit listrik. Dan dalam
kehidupan sehari – hari itu bisa digunakan untuk menjemur pakaian, tanpa sumber
panas dari matahari, pakaian yang saya gunakan akan selalu basah.
Udara
Setiap orang pasti pernah bersin, termasuk saya. Lalu apa yang sebenarnya terjadi ketika saya bersin?
Lebih dulu perlu diketahui apa itu bersin? Bersin adalah keluarnya udara semi
otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Udara ini dapat
mencapai kecepatan 70 m/detik (250 km/jam). Bersin dapat menyebarkan penyakit
lewat butir-butir air yang terinfeksi yang diameternya antara 0,5 hingga 5 µm.
Sekitar 40.000 butir air seperti itu dapat dihasilkan dalam satu kali bersin.
Nah makanya kalau bersin, saya menggunakan tissue agar air-air yang mengandung
penyakit itu tidak menyebar kemana2. Bersin itu sendiri disebabkan oleh 2 hal,
yaitu: aliran udara yang masuk akan melewati rongga hidung yang diselimuti
selaput lender hidung, bila selaput lender ini terkena bahan-bahan iritan atau
allergen maka akan timbul bersin dan timbul akibat adanya peradangan, benda
asing, atau reaksi alergi.
Bersin sebenarnya berguna menjaga agar hidung tetap
bersih, bersin yang terjadi berulang-ulang diharapkan dapat membantu upaya
pembersihan dalam rongga hidung. Ada sedikit hikmah yang belum begitu saya
ketahui, bahwa sebenarnya Allah SWT Cinta kepada orang yang bersin dan malah benci
kepada orang yang menguap.
Pada saat bersin, jantung manusia
berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK.
Dan jantung merupakan organ vital bagi manusia, maka dari itu hendaknya
ketika saya bersin mengucap "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah)
sebagai wujud syukur saya kepada Allah SWT. Sedangkan orang yang mendengarnya
mendo'akan "yarhamukillah" (semoga Allah merahmatimu), sedangkan
orang yg bersin membalas doa'nya "yahdiikumullooh wayushlih baalakum"
(semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
Dengan
begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan pada saya, maka saya harus sering
mensyukuri apa yang telah saya dapatkan dan juga menjalankan semua perintahNya
serta menjauhi semua laranganNya. Hal yang dapat saya petik dari uraian ini
yaitu Semua ciptaan Allah dilangit dan
di bumi tidak ada yang sia-sia, karena tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu
itu tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Pertanyaan:
1. Apakah Allah berhenti memberi
nikmat pada Anda ketika Anda Lalai /
lupa padaNya?
Tidak.
Allah tidak berhenti memberi nikmat kepada saya ketika saya lalai, contohnya
saja Allah masih mengijinkan saya untuk bernafas, mengedipkan mata, berjalan,
menikmati makanan, berfikir dengan tenang, diberikan keselamatan ketika dalam
perjalanan menuju kampus, dan masih banyak lagi nikmat yang saya dapatkan
meskipun itu dalam sehari semalam.
2. Kapankah nikmat Tuhan yang
diberikan kepada Anda akan berhenti?
Nikmat
Tuhan akan berhenti diberikan kepada saya ketika saya sudah tidak ada di bumi
ini lagi (meninggal) karena disaat itulah semua perbuatan saya
dipertanggungjawabkan dan sudah tidak ada toleransi apapun, apalagi nikmat.
Mungkin sudah tidak diberikan lagi oleh Allah.
3. Bagaimana sikap Anda kepada Tuhan
diatas segala nikmatnya?Perintah dan laranganNya?
Saya
belum mensyukuri atas nikmat yang telah Allah berikan karena saya sering lalai,
saya terlalu mementingkan ego saya hingga saya lupa siapa pemberi nikmat
tersebut. Dan sayapun masih melanggar perintahNya dan mendekati laranganNya.
Sebagai contoh : seorang anak harus berbakti kepada kedua orangtuanya,
lebih-lebih yaitu ibu yang sudah membesarkannya hingga ia dewasa saat ini. Saya
dulu pernah menyakiti ibu saya, dan yang masih saya ingat yaitu ketika ibu
menyuruh saya untuk membelikan garam di warung. Ibu begitu halusnya menyuruh
saya untuk membelikannya. Tapi apa jawaban yang saya keluarkan? “Ah bu, saya
capek. Baru pulang dari sekolah sudah di suruh-suruh”. Saya tahu, saat itu hati
ibu saya sangat sakit karena mendengar perkataan saya yang seperti itu. Padahal,
ibu baru sekali menyuruh saya pada hari itu dan warungnyapun tidak begitu jauh
dengan rumah saya. Sungguh, saya merasa sangat berdosa atas apa yang telah saya
lakukan pada ibu karena telah melukai hatinya. Dan sekarang, saya ingin dan
berusaha untuk memperbaiki diri termasuk sikap saya kepada ayah dan ibu walau
itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang ibu rasakan dan tak seberapa pula
dengan pengorbanan ayah ibu slama ini. Karena walau bagaimanapun merekalah yang
telah membesarkan dan membimbing saya hingga besar saat ini. Sekarang, saya
akan berusaha untuk membahagiakannya. Dan saya mulai itu dari hal-hal yang
kecil yaitu sikap saya terhadap mereka. Selain itu juga saya ingin melihat
mereka menangis bahagia karena melihat sejumlah prestasi yang saya peroleh dan
sayapun ingin memberangkatkan mereka naik haji yang tentu biayanya tersebut
dari hasil jerih payah saya sendiri. Amin
4.
Adakah
perintah dan larangan Tuhan yang merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan
larangan Tuhan itu? Bagaimana jika ada perasaan / pikiran kalau peraturan Tuhan
telah merugikan Anda?
Sesungguhnya,
perintah dan larangan Tuhan tidak ada yang merugikan saya. Hanya ego saya yang
menganggap seperti itu. Karena perintah dan larangan Tuhan itu memiliki
fungsinya masing - masing. Contoh perintahNya yaitu umat islam diperintah untuk
menjalankan sholat 5 waktu. Menurut saya, salah satu fungsinya itu untuk
menenangkan hati orang tersebut agar selalu bisa berfikir dengan jernih karena
di saat inilah fikiran segar kembali. Dan memang benar, saya selalu
merasakannya setelah saya melaksanakan sholat, entah itu sholat wajib maupun
sholat sunnah. Lalu contoh laranganNya berupa dilarang minum-minuman keras
untuk menjaga tubuhnya dari barang-barang yang bisa merusak tubuhnya sendiri.
Selanjutnya,
jika ada perasaan / pikiran kalau peraturan Tuhan telah merugikan saya,
biasanya saya mengucapkan istigfar 3x dengan sungguh-sungguh karena memang
semua itu tidak benar, saya hanya menuruti nafsu yang begitu saja diucapkan
atau terlintas di fikiran saya tanpa pikir panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar