Sabtu, 07 Januari 2012

Matematika ( Amelia Cristina )pend. fisika


SUDAHKAH SAYA MENSYUKURI NIKMAT-NYA?
Betapa banyaknya nikmat yang telah Allah berikan padaku, tapi terkadang ku lalai tuk menyadari semua itu. Sungguh tidak tahu diri aku ini. Sudah diberikan nikmat sebanyak itu dengan gratis tapi masih belum mensyukurinya juga. Astagfirullohal’adzim….Maafkan hambaMu ini ya Allah atas kelalaiannya….
Sungguhlah, hambaMu ini tak bisa menghitung sudah seberapa banyak nikmat yang telah hamba rasakan dan yang telah hamba nikmati. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi di kegelapan malam. Itu hanya dalam sehari, belum lagi jika di hitung dari awal mula saya lahir di bumi ini sebagai manusia baru yang belum tahu apa-apa. Tapi, saya akan berusaha untuk menyebutkan nikmat apa saja yang telah Allah berikan pada saya dalam sehari dari mulai saya membukakan mata di pagi hari sampai mata ini terasa lelah hingga akhirnya tertidur pulas di malam hari.
Nikmat rohani yang telah saya rasakan di pagi ini yaitu hati saya merasa tenang setelah kurang lebih memejamkan mata selama 3 jam karena hampir setiap malam, saya harus mengerjakan tugas – tugas yang sudah menanti saya untuk di kerjakan lagi karena memang saya sudah mencicilnya di hari-hari sebelumnya. Pada pukul 00.30 WIB, saya baru bisa tidur tetapi berhubung saya sudah niat ingin menjalankan puasa sunnah, lalu saya pun bergegas bangun dari tempat tidur pada pukul 03.00 untuk melaksanakan sahur. Betapa nikmat yang kurasakan ketika setelah tidur lalu menyantap makan sahur itu meskipun dengan lauk seadanya. Subhanalloh…
Memang bisa di bilang bahwa waktu tidur 3 jam itu sangatlah singkat dan tidak sesuai dengan  seharusnya. Tapi, saya rasa tidak juga. Saya bersyukur masih bisa tidur, masih bisa bermimpi, yang katanya mimpi itu bunga tidur yang akan menghiasi tidurnya seseorang. Ditambah lagi, setelah saya bangun dari tempat tidur, saya merasakan kenyamanan dan ketenangan hati. Mungkin karena pada saat tidur itu, saya bisa merefleksikan otot – otot tegang yang ada dalam sekujur badan saya dan pikiran saya sedang dalam keadaan relaksasi. Begitu tenangnya hati dan pikiran saat itu karena tidak sedang memikirkan apa-apa.
Selain hati saya merasa tenang setelah tertidur pulas, sayapun merasa lebih bersemangat lagi dari hari kemarin. Ya Allah betapa Maha Pemurahnya Engkau,,, Segala Puji bagiMu Ya Allah… Meskipun saya sering lalai dalam mensyukuri setiap nikmat yang telah Engkau beri, tapi Kau tetap masih bermurah hati padaku. Sungguh hinanya diri ini… Tapi sayapun tak ingin lagi kelalaian ini saya biarkan begitu saja karena tanpa saya sadari memang sudah amat dan banyak sekali nikmat yang telah Engkau berikan padaku. Sekarang tinggal bagaimana saya membalasnya,….Ya dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua LaranganNya. Bismillahirrohmanirrohim,,,, semoga saya bisa!
Dua hal di atas merupakan nikmat yang saya rasakan dari batin. Tapi, sesungguhnya masih banyak lagi. Dan yang ini merupakan nikmat jasmani dimana nikmat ini bersifat kelihatan dengan mengamati diri sendiri.
Alhamdulillah, setelah cukup lama tertidur pulas, saya masih bisa membuka mata saya untuk melihat benda-benda yang ada di sekitar. Tentunya melihat tanda - tanda kebesaran Allah yaitu melihat keindahan pagi yang pada waktu itu langit belum bersinar cerah karena jam masih menunjukkan pukul 03.00. Memang indah di pandang mata, memang sejuk pula di rasa. Selain itu, saya masih bisa melihat canda tawa teman-teman sekamar dan melihat bagaimana keadaan asrama saat jam – jam tersebut. Ternyata sudah agak ramai…! Sayapun turut senang melihatnya karena banyak teman – teman asrama yang berbondong – bondong berjalan mengarah ke tempat wudlu yang tentunya untuk mengambil air wudlu hendak melaksanakan qiyamul lail. Seandainya saja semua teman – teman saya melaksanakan qiyamul lail, pasti keadaan asrama akan begitu tentram, tenang, dan damai karena senantiasa di hiasi dengan lantunan doa. Tapi masih saja ada yang masih tertidur dengan enaknya tanpa ada rasa rikuh melihat teman-temannya sedang melaksanakan qiyamul lail.
Selain itu, saya masih bisa mendengar ayam berkokok… hmmm…memang suaranya tidak seindah Gita Gutawa bernyanyi, tapi kan setiap makhluk hidup memiliki karakteristik masing-masing dan ayam sudah takdirnya memiliki suara seperti itu. Ayam berkokok masih bisa saya dengar dengan jelas, berarti cara kerja telinga saya juga masih normal padahal yang saya tahu, telinga ini sudah saya pakai dari pertama saya lahir yaitu tahun 1994 sampai sekarang ini tahun 2011. Bayangkan saja, sudah 17 tahun! Saya juga tidak pernah memberinya makan, apalagi membayar tiap pemakaiannya. Tapi mengapa telinga yang saya punya masih bekerja dengan baik?Subhanalloh….Sungguh besar karuniaMu… Mengapa saya sering lupa akan hal itu? Padahal sudah jelas-jelas nikmat itu saya rasakan setiap waktu. Tapi dimana rasa syukurku padaNya? Sudahkah saya membalas semua kebaikan Allah?
Lalu, di pagi hari saya masih bisa mencium aroma masakan ibu kantin. Sedap sekali… Coba saja, seandainya Allah tidak memberikan saya hidung, pasti saya tidak akan bisa merasakan betapa enaknya mencium aroma masakan dan semua itu terasa hambar. Apalagi masakan ibu di rumah?Masakan manapun  tidak ada yang bisa menandinginya. Allah memang Maha Pemurah tapi malah aku sering lalai untuk mensyukurinya.
Dengan adanya lidahpun, saya bisa menikmati makanan yang saya makan. Betapa berharganya lidah. Karena dengan lidahlah, saya mampu berbicara, menyantap makanan hingga menelannya. Apabila saya tidak memiliki indera pengecap ini, berbagai macam rasa dari daging, ikan, sayuran, sup, selada, buah, minuman, dan selai tidak akan ada arti baginya. Selain itu, rasa makanan tersebut mungkin tidak akan lezat, hambar, tawar, atau tidak mengenakkan dan memualkan perut. Tidak diragukan lagi bahwa rasa dan indera yang menerimanya telah secara khusus diciptakan untuk manusia.  Sungguh, tidak ada sesuatu hal yang Allah berikan tanpa manfaat. Semuanya memiliki peranan masing – masing, dan jika kita tidak memiliki salah satu dari apa yang Allah berikan, maka tidak akan lengkaplah semua yang kita lakukan.
Setelah terbangun dari tidur, saya masih bisa melangkahkan kaki ini ke tempat wudlu untuk mengambil air wudlu. Andai saja jika Allah sudah tidak lagi menginginkan saya untuk berjalan, pasti kaki ini sulit untuk digerakkan apalagi digunakan untuk melangkah. Tidak bisa kubayangkan jika Allah menghentikan niatnya kepada saya untuk memberikan saya nikmat untuk berjalan. Pasti saya akan merasa terpukul  tidak bisa berjalan layaknya orang normal. Tapi mengapa disaat saya masih diberi karunia oleh Allah untuk berjalan, rasa syukur saya malah kurang. Padahal disekitar saya masih banyak orang yang ingin memiliki sepasang kaki yang normal, tapi saya malah tidak sadar akan hal itu.
Terbukti bahwa alat-alat indera dan kaki saya masih bisa bekerja dengan baik, untuk itu hendaknya saya merubah diri saya untuk pandai bersyukur atas segala nikmat Allah yang tiada hentinya datang menghampiri. Selain kenikmatan alat-alat indera yang masih bekerja dengan baik setelah saya terbangun dari tidur, ternyata masih banyak sekali nikmat lain yang saya rasakan.
Kebersihan
            Ada beberapa hal yang menimbulkan perubahan di tubuh saya pada saat bangun di pagi hari. Wajah saya kusut, rambut kotor, tubuh berbau tak sedap dan ada aroma yang tidak menyenangkan dari mulut saya. Wajah kusut yang saya lihat di cermin dan penampilan yang tidak rapi menunjukkan ketidaksempurnaan saya. Setiap orang harus mencuci muka di pagi hari, menggosok gigi, dan merapikan diri termasuk saya. Hal ini mengingatkan orang yang telah dekat dengan ajaran Al Qur’an bahwa dia tidaklah berbeda dengan orang lain, dan hanya Allah yang tidak memiliki kekurangan.
Saat saya memandang ke cermin dan merasa tidak nyaman dengan apa yang dilihat, saya makin paham bahwa saya tidak dapat memiliki keindahan apa pun tanpa dengan kekuatan keinginannya semata. Dari hal itu bisa dilihat bahwa Allah telah menciptakan dalam hamba-Nya kekurangan untuk mengingatkan mereka akan ketergantungan mereka kepada-Nya. Jelas bahwa menjadi kotornya tubuh saya dan lingkungan dalam waktu singkat merupakan contohnya. Tetapi Allah telah menunjukkan bagaimana cara untuk mengatasi kekurangan ini dan telah memberikan nikmat berupa tersedianya sabun mandi dan sabun cuci untuk saya berbenah diri. Singkatnya, sesuai dengan ajaran Al Qur’an, orang beriman akan bersih diri dan berpenampilan baik, bukan untuk orang lain, tetapi karena demikianlah yang dikehendaki oleh Allah dan secara alami, karena cara inilah yang terasa paling nyaman. Dengan membersihkan tempat tinggal mereka, mereka merasakan kesenangan yang berlimpah karena menciptakan lingkungan yang membuat orang lain merasa nyaman di dalamnya; dalam hal kebersihan mereka tidak sedikit pun menunjukkan keengganan, dan mereka senantiasa berusaha sekuat tenaga agar bersih dan berpenampilan baik.
Berpakaian
Tanpa saya sadari bahwa pakaian adalah salah satu dari nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya dan ada kebaikan dalam adanya pakaian. Pakaian mengingatkan saya bahwa makhluk hidup adalah sumber pakaian wol, kapas, dan sutra. Bahan pakaian yang saya pakai, hampir di setiap saat dalam hidup saya diperoleh dari tumbuhan dan hewan yang merupakan ciptaan yang menakjubkan. Dengan kata lain, seandainya Allah tidak menciptakan makhluk hidup yang memiliki kemampuan menyediakan untuk manusia berbagai macam pakaian dari yang paling sederhana sampai yang paling mewah, maka bahan mentah tersebut tidak akan ada. Meskipun saya mengetahui hal ini, tapi saya sering tidak menghargai nikmat yang tiap saat saya dapatkan. Karena saya diberi pakaian dari sejak lahir dan berpakaian telah menjadi kebiasaan saya. Kebiasaan inilah yang membuat saya tidak menyadari bahwa pakaianpun merupakan salah satu nikmat dari Allah. Saya juga lalai untuk mensyukurinya. Padahal, salah satu alasan mengapa Allah menurunkan nikmat di dunia adalah agar manusia berterima kasih kepada-Nya atas semua nikmat tersebut.
Dalam Perjalanan
Setelah  selesai makan pagi dan telah berbenah diri, siap menyambut berbagai tantangan di tempat sekolah, atau tempat lainnya. Sebagian besar orang memperoleh yang mereka butuhkan sebelum hari itu berakhir. Saya yang meninggalkan asrama menuju ke sekolah, akan menghadapi banyak orang, hal, dan kejadian yang dapat direnungkan. Setiap hal yang dilihat oleh saya ada dalam pengetahuan Allah, muncul atas kehendak-Nya, dan terjadi dengan alasan tertentu. Keselamatan yang telah Allah berikan kepada saya saat perjalanan dan akhirnya sampai di tempat tujuan dengan selamat belum saya syukuri. Padahal betapa pentingnya keselamatan itu. Coba saja, jika saya terjadi apa-apa dalam perjalanan, otomatis itu akan membuat orangtua saya menjadi tidak tenang dan gelisah. Selain itu, kuliah saya juga akan terbengkalai karena saya tidak masuk kuliah dikarenakan terjadi sesuatu dalam perjalanan.
Di Tempat Kuliah
Seperti kita ketahui, waktu untuk menuntut ilmu dalam perkuliahan itu berbeda dengan di SMA. Dimana waktu tersebut, kita sendiri yang mengaturnya. Oleh sebab itu, kebanyakan memiliki waktu luang di sela-sela waktu kuliahnya. Jika waktu luang tersebut cocok untuk melaksanakan sholat sunnah contohnya sholat dhuha, sebaiknya sebagai seorang muslim, ia melaksanakan sholat tersebut meskipun memiliki banyak kesibukan. Tetapi setidaknya bisa meluangkan waktunya untuk mengingat Allah dengan sholat dhuha tersebut. Karena seharusnya kita bersyukur atas nikmat berupa umur yang telah di berikan kepada kita. Sehingga, kita masih bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya yaitu kuliah. Dalam hal ini, saya sendiri masih terkadang lupa dengan hal itu. Saya hanya memikirkan tugas dan tugas. Tapi, saya akan berusaha untuk menjalankannya agar saya tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bisa memanfaatkan waktu kesibukannya untuk kembali mengingat Allah karena toh dengan sholat, pikiran saya akan menjadi tenang karena mendapatkan pencerahan kembali di saat pikirannya penuh dengan hal-hal yang bersifat duniawi.
Olahraga dan Latihan Fisik

Tubuh yang telah diamanahkan kepada saya itu untuk digunakan dalam waktu yang singkat di kehidupan dunia ini. Saya harus bertanggung jawab untuk memeliharanya sebaik mungkin. Oleh karena itu, seharusnya berhati-hati menjaga kesehatan. Untuk itu, seharusnya pula saya menyediakan waktu dengan sungguh-sungguh dalam kegiatan sehari-hari untuk melakukan olahraga atau latihan fisik. Olahraga dan latihan fisik membantu menguatkan tubuh, memberikannya daya tahan, dan membuat tubuh mampu berfungsi teratur dan sehat karena olahraga memungkinkan seseorang untuk bekerja lebih baik lagi untuk mendapatkan ridha Allah dan beramal saleh. Tetapi, apakah kesehatan yang saya miliki sudah saya syukuri? Astagfirullohal’adzim,,,, Saya hampir lupa untuk menjaga kondisi badan saya sendiri. Dimana, saya jarang berolahraga dan makan tidak teratur dengan alasan, saya sibuk dengan tugas-tugas perkuliahan yang harus saya kerjakan. Kalau begitu, bagaimana saya bisa menjaga kesehatan badan saya sendiri jika pola hidup saya saja begitu? Itu tandanya, saya kurang mensyukuri atas nikmat kesehatan yang telah Allah berikan. Dan mulai saat inipun saya berkeinginan dan akan berusaha untuk mengubah pola hidup saya yang seperti itu karena saya ingin meningkatkan rasa syukur saya kepada Allah SWT. 
Berdoa
Tujuan diciptakannya manusia adalah sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah (Al Qur'an), untuk mengabdi kepada Allah yang telah menciptakan segalanya. Ayat ke-56 Surat Adz Dzariyat yang berbunyi: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” menyatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia untuk mengabdi kepada-Nya. Untuk itu, orang yang menerima Al Qur'an sebagai pedoman hidup mereka akan menempatkan pengabdian kepada Allah di atas segalanya. Mereka menggunakan kehidupan singkat mereka (sekitar 70 tahun bila Allah menghendakinya) dengan memperhatikan kehidupan akhirat dan meraih ridha Allah. Hal ini terlihat dengan sendirinya dalam setiap saat di kehidupan duniawi mereka.
Seseorang yang menjadikan Al Qur'an sebagai petunjuknya akan sangat berhati-hati dalam melakukan ibadah seperti sholat lima waktu, berpuasa, dan berwudhu, sebagaimana yang telah Allah perintahkan. Misalnya, sholat tepat waktu adalah hal yang penting. Dia tidak membiarkan urusan dunia menghalanginya dalam menunaikan sholat. Setiap dia sholat, dia melakukannya dengan rendah hati, suka-cita dan bersemangat, berharap bahwa hal itu akan membawanya semakin dekat kepada Allah.
Namun demikian, orang yang tidak mendekatkan diri kepada Allah dengan semangat yang benar, melainkan untuk pamer atau takut akan pendapat orang lain, tidak dapat merasakan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah. Saat mereka melakukan sholat, mereka tidak tahu bahwa itu dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Pikiran mereka terlalu tenggelam dalam urusan sehari-hari sehingga sulit untuk dapat mengingat Allah dan memuji-Nya. Dalam Al Qur'an, Allah memperingatkan orang-orang yang lalai dalam sholatnya:
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS Al Ma’un, 107:6)
Lalu termasuk yang manakah saya ini? Dari bangun tidur, saya awali hari ini dengan doa yaitu untuk mengharap ridlo Allah agar hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan diberikan petunjuk saat menghadapi suatu masalah. Dan selanjutnya, saya akhiri hari ini dengan doa pula, dimana saya mensyukuri umur yang telah Allah berikan, hingga saya bisa bertemu dengan kegelapan malam lagi, lalu sayapun mencurahkan segala unek-unek saya pada Allah, dan berharap esok kan lebih baik dari hari ini. Memang nikmat Allah tak dapat ternilai…
Beranjak Tidur di Malam Hari                                                        
Bagi semua orang yang berpikir, ada banyak hal untuk direnungkan dalam penciptaan malam. Salah satu hal penting dalam penciptaan itu tersimpan dalam hilangnya cahaya secara perlahan-lahan dan semakin gelapnya langit. Karena peralihan yang lambat ini, makhluk hidup dengan mudah menjadi terbiasa dengan perbedaan cahaya dan suhu antara siang dan malam dan tidak menghadapi bahaya karena perbedaan tersebut. Allah, dengan ilmu dan kekuasaan-Nya Yang Maha Tinggi, memiliki belas kasih kepada hamba-Nya dan semua makhluk hidup, dan dia memberikan nikmat tersebut kepada semua orang. Namun sebagian besar manusia tidak memikirkannya walau hanya sekali saja dalam kehidupan mereka. Karena kebiasaan yang membuat mereka lupa. Dan jujur, sayapun demikian,,, Saya malu kepada diri saya sendiri dan Allah SWT. Karena tanpa saya sadari, di dalam kegelapan malam itu, bisa beristirahat dengan tenang tanpa membawa beban pikiran apapun, dan merefleksikan pikiran – pikiran yang semula tegang hingga kendor kembali. Selain itu, disaat pergantian siang dan malam itu, saya tidak merasa terganggu ataupun yang lainnya. Justru saya malah merasa senang, karena di saat-saat seperti inilah, saya bisa istirahat setelah seharian sibuk di kampus, entah itu jadwal kuliah full hingga jam kuliah berakhir menjelang adzan magrib, ataupun sibuk dengan kegiatan – kegiatan di UKM. Saya seharusnya bersyukur atas semua itu.
              Setelah menguraikan beberapa nikmat yang saya rasakan dalam 24 jam baik itu dari segi rohani maupun jasmani, ternyata masih ada nikmat yang Allah berikan dari segi lingkungan, antara lain:
Teman
            Saya bersyukur pada Allah, karena Allah telah memberikan saya teman – teman yang baik. Apalagi teman sekamar saya… Dia rajin beribadah, rajin belajar, dan baik hati. Setiap saya berbicara dengannya, ia selalu memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Itu tandanya, ia menghargai orang yang sedang mengajaknya berbicara. Selain itu juga ia sering memberikan saya masukan / saran yang positif di saat saya memperoleh suatu masalah. Ia juga termasuk motivator saya disini, karena kesungguhannya dalam belajar. Ia tak suka mencontek dan tak suka pula memberikan jawaban pada siapapun pada saat ujian, dengan tujuan agar orang tersebut mengerjakan tugasnya dengan kemampuannya sendiri. Menurut saya hal itu bagus dan perlu dikembangkan karena jarang juga ada orang yang seperti itu.
Pohon / Tanaman
            Seperti telah diketahui, pohon / tanaman memiliki fungsi menghirup karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Siapakah yang menciptakan semua itu? Tentu saja yang menciptakannya adalah Allah SWT dengan segala kebesaranNya. Pohon / tanaman tersebut dibuat fungsi seperti itu dengan tujuan agar makhluk hidup di dunia ini dapat menghirup oksigen dimana oksigen tersebut sangat berguna untuk kelangsungan hidupnya, karena tanpa oksigen, makhluk hidup tidak akan bisa bernafas dan pada akhirnya tidak akan bisa mempertahankan hidup apalagi untuk menyembah kepada Allah. Allah menyediakan oksigen itu dengan gratis. Padahal setiap harinya, manusia membutuhkan oksigen sebanyak 2880 liter. Jika saya mengalikan jumlah tersebut dengan waktu umur hidup saya, berapa banyak oksigen yang sudah saya hirup? Pastinya bertriliun-triliun liter oksigen. Dan jika jumlah tersebut saya kalikan dengan harga oksigen per liter di apotek, pasti saya akan kebingungan untuk memenuhinya, karena jumlah harganya begitu besar. Bayangkan, harga oksigen per liternya saja kurang lebih 25.000 rupiah. Untuk itu, seharusnya saya pandai – pandai bersyukur terhadap sesuatu yang  telah Allah berikan yang tanpa saya sadari sudah banyak yang saya lalaikan. 
Bulan / Bintang / Matahari
            Lalu bagaimana dengan bulan, bintang, dan matahari yang senantiasa selalu bergerak sesuai dengan lintasannya?  Siapakah yang mengaturnya jika bukan Allah, pengatur alam semesta ini? Bulan bergerak mengitari bumi. Sementara itu, bulan dan bumipun juga bergerak mengitari matahari. Padahal yang saya tahu bulan, bumi, dan matahari memiliki ukuran yang begitu besar. Makhluk hidup yang ada didalamnya hanya berupa titik atau bahkan tidak terlihat sama sekali jika saya membandingkannya. Jika saja tidak ada yang mengatur jagat raya ini, dimungkinkan akan terjadi kerusakan yang amat besar dan itu terjadi dimana-mana. Sehingga untuk mengatasi hal itu, Allah menciptakan gaya gravitasi agar masing-masing benda langit yang ada dalam jagat raya ini tidak menimbulkan kerusakan. Dimana, dengan gaya gravitasi ini masing-masing benda langit termasuk bulan, bintang, dan matahari akan tetap berada pada posisinya tanpa bertabrakan dengan benda langit lainnya. Bayangkan saja jika tabrakan akibat tidak memiliki gaya gravitasi, pasti makhluk hidup yang ada di bumi ini tidak akan merasa tenang dan nyaman. Hidupnya selalu dilanda kegelisahan karena takut akan hal buruk yang menimpanya. Dengan itu, manusia tidak akan mampu menyembah Tuhan Nya dengan kesungguhan hati, karena yang ada dalam pikirannya hanyalah takut dan takut. Untuk itu, haruslah manusia termasuk saya itu menyadari akan kebesaran Allah yang telah memberikan kenyamanan tinggal di bumi ini. Dan sebagai balasannya, saya harus melaksanakan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Walaupun saya tahu, bahwa itu belum seberapa dengan apa yang telah Allah berikan untuk kenyamanan hidup di bumi ini.
Selain itu dengan adanya bulan, para ilmuwan dapat menentukan waktu dalam sehari yaitu 24 jam. Karena waktu tersebut merupakan waktu yang diperlukan oleh bulan untuk melakukan rotasi terhadap porosnya. Dan waktu dalam sebulan yaitu kurang lebihnya 30 hari merupakan waktu yang diperlukan oleh bulan dalam berputar mengelilingi bumi yang biasa disebut dengan  revolusi bulan.
            Tidak lupa juga dengan matahari yang merupakan sumber cahaya dan sumber panas terbesar dalam jagat raya ini. Dengan adanya matahari tersebut, saya bisa membedakan antara siang dan malam karena cahayanya yang begitu besar dan mampu menembus bumi dengan jarak yang begitu jauh menurut saya ( jarak dari matahari ke bumi ). Selain itu, saya juga bisa merasakan hangatnya udara di siang hari walau nyatanya panas, tetapi panas tersebut bisa di manfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia, seperti bisa dibuat untuk pembangkit listrik. Dan dalam kehidupan sehari – hari itu bisa digunakan untuk menjemur pakaian, tanpa sumber panas dari matahari, pakaian yang saya gunakan akan selalu basah.
Udara
            Setiap orang pasti pernah bersin, termasuk saya. Lalu  apa yang sebenarnya terjadi ketika saya bersin? Lebih dulu perlu diketahui apa itu bersin? Bersin adalah keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Udara ini dapat mencapai kecepatan 70 m/detik (250 km/jam). Bersin dapat menyebarkan penyakit lewat butir-butir air yang terinfeksi yang diameternya antara 0,5 hingga 5 µm. Sekitar 40.000 butir air seperti itu dapat dihasilkan dalam satu kali bersin. Nah makanya kalau bersin, saya menggunakan tissue agar air-air yang mengandung penyakit itu tidak menyebar kemana2. Bersin itu sendiri disebabkan oleh 2 hal, yaitu: aliran udara yang masuk akan melewati rongga hidung yang diselimuti selaput lender hidung, bila selaput lender ini terkena bahan-bahan iritan atau allergen maka akan timbul bersin dan timbul akibat adanya peradangan, benda asing, atau reaksi alergi.
            Bersin sebenarnya berguna menjaga agar hidung tetap bersih, bersin yang terjadi berulang-ulang diharapkan dapat membantu upaya pembersihan dalam rongga hidung. Ada sedikit hikmah yang belum begitu saya ketahui, bahwa sebenarnya Allah SWT Cinta kepada orang yang bersin dan malah benci kepada orang yang menguap.
            Pada saat bersin, jantung manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK.  Dan jantung merupakan organ vital bagi manusia, maka dari itu hendaknya ketika saya bersin mengucap "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah) sebagai wujud syukur saya kepada Allah SWT. Sedangkan orang yang mendengarnya mendo'akan "yarhamukillah" (semoga Allah merahmatimu), sedangkan orang yg bersin membalas doa'nya "yahdiikumullooh wayushlih baalakum" (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
Dengan begitu banyaknya nikmat yang Allah berikan pada saya, maka saya harus sering mensyukuri apa yang telah saya dapatkan dan juga menjalankan semua perintahNya serta menjauhi semua laranganNya. Hal yang dapat saya petik dari uraian ini yaitu Semua ciptaan Allah dilangit dan di bumi tidak ada yang sia-sia, karena tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu itu tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Pertanyaan:     
1.      Apakah Allah berhenti memberi nikmat pada Anda ketika Anda Lalai  / lupa padaNya?
Tidak. Allah tidak berhenti memberi nikmat kepada saya ketika saya lalai, contohnya saja Allah masih mengijinkan saya untuk bernafas, mengedipkan mata, berjalan, menikmati makanan, berfikir dengan tenang, diberikan keselamatan ketika dalam perjalanan menuju kampus, dan masih banyak lagi nikmat yang saya dapatkan meskipun itu dalam sehari semalam.
2.      Kapankah nikmat Tuhan yang diberikan kepada Anda akan berhenti?
Nikmat Tuhan akan berhenti diberikan kepada saya ketika saya sudah tidak ada di bumi ini lagi (meninggal) karena disaat itulah semua perbuatan saya dipertanggungjawabkan dan sudah tidak ada toleransi apapun, apalagi nikmat. Mungkin sudah tidak diberikan lagi oleh Allah.
3.      Bagaimana sikap Anda kepada Tuhan diatas segala nikmatnya?Perintah dan laranganNya?
Saya belum mensyukuri atas nikmat yang telah Allah berikan karena saya sering lalai, saya terlalu mementingkan ego saya hingga saya lupa siapa pemberi nikmat tersebut. Dan sayapun masih melanggar perintahNya dan mendekati laranganNya. Sebagai contoh : seorang anak harus berbakti kepada kedua orangtuanya, lebih-lebih yaitu ibu yang sudah membesarkannya hingga ia dewasa saat ini. Saya dulu pernah menyakiti ibu saya, dan yang masih saya ingat yaitu ketika ibu menyuruh saya untuk membelikan garam di warung. Ibu begitu halusnya menyuruh saya untuk membelikannya. Tapi apa jawaban yang saya keluarkan? “Ah bu, saya capek. Baru pulang dari sekolah sudah di suruh-suruh”. Saya tahu, saat itu hati ibu saya sangat sakit karena mendengar perkataan saya yang seperti itu. Padahal, ibu baru sekali menyuruh saya pada hari itu dan warungnyapun tidak begitu jauh dengan rumah saya. Sungguh, saya merasa sangat berdosa atas apa yang telah saya lakukan pada ibu karena telah melukai hatinya. Dan sekarang, saya ingin dan berusaha untuk memperbaiki diri termasuk sikap saya kepada ayah dan ibu walau itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang ibu rasakan dan tak seberapa pula dengan pengorbanan ayah ibu slama ini. Karena walau bagaimanapun merekalah yang telah membesarkan dan membimbing saya hingga besar saat ini. Sekarang, saya akan berusaha untuk membahagiakannya. Dan saya mulai itu dari hal-hal yang kecil yaitu sikap saya terhadap mereka. Selain itu juga saya ingin melihat mereka menangis bahagia karena melihat sejumlah prestasi yang saya peroleh dan sayapun ingin memberangkatkan mereka naik haji yang tentu biayanya tersebut dari hasil jerih payah saya sendiri. Amin
4.      Adakah perintah dan larangan Tuhan yang merugikan Anda? Apakah fungsi perintah dan larangan Tuhan itu? Bagaimana jika ada perasaan / pikiran kalau peraturan Tuhan telah merugikan Anda?
Sesungguhnya, perintah dan larangan Tuhan tidak ada yang merugikan saya. Hanya ego saya yang menganggap seperti itu. Karena perintah dan larangan Tuhan itu memiliki fungsinya masing - masing. Contoh perintahNya yaitu umat islam diperintah untuk menjalankan sholat 5 waktu. Menurut saya, salah satu fungsinya itu untuk menenangkan hati orang tersebut agar selalu bisa berfikir dengan jernih karena di saat inilah fikiran segar kembali. Dan memang benar, saya selalu merasakannya setelah saya melaksanakan sholat, entah itu sholat wajib maupun sholat sunnah. Lalu contoh laranganNya berupa dilarang minum-minuman keras untuk menjaga tubuhnya dari barang-barang yang bisa merusak tubuhnya sendiri.
Selanjutnya, jika ada perasaan / pikiran kalau peraturan Tuhan telah merugikan saya, biasanya saya mengucapkan istigfar 3x dengan sungguh-sungguh karena memang semua itu tidak benar, saya hanya menuruti nafsu yang begitu saja diucapkan atau terlintas di fikiran saya tanpa pikir panjang.
                                                                                                                                                         










Tidak ada komentar:

Posting Komentar