Minggu, 27 November 2011

Listrik, Nikmat Allah yang Harus Disyukuri


Nama               : Riza Ariyani Nur Khasanah
NIM                : 4201411029
Prodi               : Pendidikan Fisika
Rombel            : 03
Makul              : Matematika Dasar


Listrik, Nikmat Allah yang Harus Disyukuri
Subhanallah...Allahu Akbar...
Begitu besarnya kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, yang tak terkira banyaknya. Sebagai manusia kita wajib bersyukur kepada Allah SWT akan kenikmtan yang kita peroleh. Dengan begitu niscaya Allah SWT akan terus dan terus menambah kenikmatan itu kepada kita.
Diantara begitu banyak kenikmatan yang telah kita dapatkan, salah satu di antaranya adalah kenikmatan berupa listrik. Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini, listrik merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Listirk adalah salah satu sumber energi yang sangat penting. Meskipun dalam keadaan tertentu listrik dapat merugikan akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia sangat bergantung pada listrik. Dengan listrik lampu dapat menyala, dan pada malam hari menjadi terang  sehingga kegiatan pada malam hari tidak terganggu. Dengan listrik kita dapat belajar di malam hari dengan tenang. Serta berbagai alat elektronik dapat dimanfaatkan seperti televisi, radio, setrika dan lain sebagainya. Listrik juga memudahkan kita dalam berwirausaha. Dengan listrik, banyak kewirausahaan yang berkembang dan memberikan keuntungan kepada kita. Misalnya adalah selep. Pada zaman dahulu, untuk memperoleh beras, kita harus menumbuk secara manual padi-padi yang akan dijadikan beras, hal itu membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang lama untuk memperoleh beras. Akan tetapi, setelah ada listrik orang tidak harus menumbuk padi lagi untuk mendapatkan beras yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang lama karena sudah ada suatu mesin yang dapat merubah padi-padi itu menjadi beras yang disebut dengan mesin seleb. Adanya pengusaha seleb itu juga dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat.

Apa jadinya jika tidak ada listrik?
            Tanpa adanya listrik semua kegiatan, dan jalannya kehidupan manusia jadi terbengkalai karena begitu tergantungnya manusia akan listrik. Kita akan sulit menjalankan aktivitas di malam hari karena tidak ada lampu seterang lampu listrik. Kita tidak dapat belajar dengan nyaman. Hal ini dapat kita rasakan ketika terjadi mati lampu. Kita bisa membayangkan, Begitu repotnya kita mencari penerangan saat mati lampu, hp belum di charge, batre laptop habis, padahal banyak tugas yang harus diselesaikan atau opada saat kita sedang asyik menonton pertandingan sepak bola atau film kesukaan kita. Tiba-tiba lampu mendadak mati dan “dus” keadaan berubah gelap gulita. Panik, cemas, deg-degan tentu mewarnai perasaan kita saat itu. Dan keajaiban pun tiba lampu kembali menyala, dan TV yang tadinya mati pun mulai mengeluarkan gambarnya. Dan seketika itu pula kita langsung menyebut “Alhamdulillah”.
Hal ini mirip yang dikatakan oleh Syaikh Ibnu Athoillah : “Kadang kegelapan mendatangimu, karena Allah hendak menyadarkanmu atas besar nikmatnya yang telah Dia berikan kepadamu”. Ya, kita baru sadar akan nikmat listrik, TV, dan lain-lainnya ketika dalam kondisi mati lampu. Tidak hanya di malam hari. Di pagi hari kita tidak bisa menyetrika, menyalakan pompa air,memasak nasi dengan magic com dan lain-lain. Aktivitas perusahaan-perusahaan yang menggunakan mesin listrik juga tidak bisa berjalan.
Subhanallah, Rasa syukur akan adanya listrik itu sangat terasa di hati kita. Tetapi, terkadang kita tidak pernah menyadari dan mensyukuri betapa besar nikmat Allah SWT. Dan kita baru menyadarinya ketika nikmat itu dicabut ( hilang ). Begitu juga dengan listrik, kita akan merasakan betapa besarnya pengaruh listrik terhadap kehidupan kita dan rasa syukur akan adanya listrik tersebut akan kita sadari ketika listrik itu padam.
Dan ini merupakan salah contoh kecil dari semua nikmat Allah yang telah diberikan kepada makhluk-makhluk-Nya. Alhamdulillahirabbil alamin..
Maka sekali lagi kita sebagai umat manusia wajib bersyukur dan terus bersyukur, hanya itu yang dapat kita lakukan karena tidak mungkin kita dapat mengganti semua kenikmatan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar